Survei: 7 dari 10 Gen-Z Merasa Depresi Selama Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Konsekuensi kesehatan mental dari pandemi Covid-19 sangat luas. Mulai dari meningkatnya stres dan kecemasan, hingga meningkatnya rasa kesepian.

Baru-baru ini, survei dari American Psychological Association (APA) menunjukkan kelompok usia yang paling terpukul kesehatan mentalnya adalah Gen-Z.

Survei APA yang berlangsung pada 4 Agustus hingga 26 Agustus 2020 ini mencatat, orang dewasa Gen-Z yang berusia 18 hingga 23 tahun melaporkan tingkat stres tertinggi dibandingkan generasi lain.

Sebanyak 7 dari 10 orang dewasa Gen-Z yang disurvei mengatakan, mereka mengalami gejala umum depresi dalam dua minggu sebelumnya, seperti: merasa sangat lelah sehingga mereka duduk dan tidak melakukan apa-apa, sulit berpikir dan berkonsentrasi dan merasa sangat gelisah, kesepian, sengsara atau tidak bahagia.

Dilansir dari laman CNBC, Selasa (3/11/2020), kelompok usia ini tengah mengalami kedewasaan pada saat masa depan terlihat tidak pasti.Sementara generasi yang lebih tua kemungkinan memiliki lebih banyak preferensi atau pandangan untuk menghadapi situasi krisis ini.

“Semakin banyak hal yang tidak pasti, semakin kita akan takut, dan semakin kita takut pada sesuatu, semakin kita cemas. Dan kecemasan yang berkepanjangan dapat menyebabkan depresi,” kata psikolog klinis dan direktur program psikologi klinis di Syracuse University, Kevin Antshel.

Tingkat Stres

Ilustrasi Depresi Credit: freepik.com
Ilustrasi Depresi Credit: freepik.com

Adapun tingkat stres dari generasi yang lebih tua, yakni milenial (usia 24-41) memberi peringkat tingkat stres mereka 5,6 dari 10. Dan Gen X (usia 42-55) mengatakan stres mereka adalah 5,2 dari 10.

Sementara tingkat stres yang dilaporkan secara keseluruhan untuk orang dewasa pada tahun 2020 adalah 5,0.

Ada beberapa strategi yang menurut APA dapat membantu mengurangi kecemasan dan membangun ketahanan emosional pada kaum muda.

Sebagai permulaan, penting untuk memberikan kesempatan kepada kaum muda untuk membicarakan masalah yang mengganggu mereka. And juga bisa mempraktikkan aturan "tiga hal baik”. Dimana Anda dapat merenungkan tiga hal baik yang terjadi di penghujung hari, mungkin membantu yang disarankan APA.

Tonton Video Ini