Survei: 71% Warga AS Yakin Donald Trump Jadi Dalang Kerusuhan Capitol Hill

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, London - Mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump telah bebas dari pemakzulan keduanya. Trump dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan menghasut kekerasan terhadap pemerintah AS, setelah para pendukungnya menyerbu Kongres pada 6 Januari, karena mereka marah sehubungan tuduhan Trump bahwa Joe Biden mencuri hasil pemilu.

Sebanyak 57 senator memilih untuk menyatakan ia bersalah, termasuk tujuh dari partainya sendiri, Partai Republik. Namun, masih kurang dari 67 suara yang dibutuhkan untuk menjatuhkan hukuman terhadap Trump.

Partai Republik dan Demokrat menghadapi tantangan masing-masing pada masa pasca-Trump.

Mengutip VOA Indonesia, Senin (15/2/2021), Demokrat mengatakan tanggung jawab Trump atas terjadinya kerusuhan itu sudah jelas. Tujuh senator Republik setuju, tetapi yang lain mengatakan tidak cukup bukti.

Jajak pendapat kantor berita Reuters/Ipsos menunjukkan, 71% orang dewasa AS dan setengah dari Partai Republik, yakin Trump bertanggung jawab sebagian atas kerusuhan itu.

Seperti pria bernama Zach ini yang mendukung pemakzulan. "Semua yang dilakukannya adalah berusaha merusak sistem pemungutan suara yang sangat rapuh yang kita miliki," ujarnya.

Seorang pendukung Trump, Shell Reinish mengatakan, Kongres hanya membuang-buang waktu saja. "Pemakzulan hanyalah untuk seorang presiden yang sedang menjabat. Trump tidak menjabat lagi sebagai presiden."

Partai Republik Masih Dukung Trump

Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi (kanan) merobek naskah pidato kenegaraan Presiden Donald Trump dalam Kongres di Capitol Hill, Washington, Selasa (4/2/2020). Pelosi merobek naskah pidato kenegaraan State of the Union (SOTU) usai Trump berpidato. (AP Photo/Patrick Semansky)
Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi (kanan) merobek naskah pidato kenegaraan Presiden Donald Trump dalam Kongres di Capitol Hill, Washington, Selasa (4/2/2020). Pelosi merobek naskah pidato kenegaraan State of the Union (SOTU) usai Trump berpidato. (AP Photo/Patrick Semansky)

Penelitian menunjukkan, sebagian besar anggota Partai Republik masih mendukung Trump. "Buktinya, 70% dari Partai Republik yakin bahwa Joe Biden terpilih sebagai presiden secara tidak sah," ujar Barbara Perry, pengamat politik di University of Virginia.

Analis mengatakan, pendukung Trump terpenuhi kebijakani-kebijakan yang mereka inginkan. "Mereka dikenakan pajak yang lebih rendah, lebih sedikit peraturan, kehadiran konservatif di cabang yudisial federal dan di Mahkamah Agung," tambah Perry.

Juga kebijakan luar negeri yang agresif dan sikap garis keras tentang seputar masalah perbatasan sangat memuaskan para pendukungnya. Presiden Joe Biden dan Demokrat di Kongres menghadapi tantangan.

Pengamat Elaine Kamarck dari Brookings Institution mengatakan, "Demokrat harus bisa membebaskan kita dari krisis COVID dan memulihkan kembali ekonomi. Tugas mereka sudah jelas dan perpecahan ideologis apa pun yang ada di dalam partai Demokrat, sangat tidak berarti dibandingkan dengan yang dihadapi oleh Partai Republik."

Trump dicintai oleh basis pendukungnya tetapi dicerca oleh beberapa Republikan dan hanya ditoleransi oleh yang lain. Setelah bebas dari tuduhan di Kongres, Trump tetap menjadi sasaran dari banyak jaksa penuntut sehubungan urusan bisnisnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: