Survei: 81,7 Persen Pengguna Android di AS Enggan Beralih ke iPhone 13

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mayoritas pengguna Android tampaknya masih akan setia pada Android meski iPhone 13 dikabarkan akan segera diperkenalkan ke publik dalam waktu dekat.

Hal itu terungkap dalam sebuah survei terkait iPhone 13 yang dilakukan SellCell pada 5.000 pengguna Android berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat di tanggal 13 sampai 30 Agustus 2021 lalu.

Dalam blognya, dikutip Minggu (5/9/2021), survei itu menemukan 44 persen pengguna iPhone siap dan berniat untuk meningkatkan smartphone Apple mereka ke generasi berikutnya apabila sudah dirilis.

Namun, hanya 18,3 persen pengguna Android, atau sekitar dua dari 10 responden, yang mempertimbangkan beralih ke iPhone 13 apabila perangkat tersebut dirilis.

SellCell menyebut, jumlah itu mmerupakan penurunan 14,8 persen dari survei serupa di tahun lalu, yang menemukan niat membeli iPhone 12 pada pengguna Android adalah sebesar 33,1 persen.

Sisanya, 81,7 persen responden pengguna Android, mengaku bahwa mereka tidak tertarik untuk mengganti gawainya ke iPhone generasi terbaru.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Alasan Enggan Pindah ke iPhone 13

Ilustrasi Smartphone Android, Gadget. Kredit: Pexels via Pixabay
Ilustrasi Smartphone Android, Gadget. Kredit: Pexels via Pixabay

Mengutip Apple Insider, pada responden yang mengatakan tidak untuk iPhone 13, ada beberapa pertanyaan lanjutan yang diajukan mengenai alasan mereka enggan berpindah ke Apple.

31,9 persen responden menjawab bahwa alasannya adalah karena kurangnya pembaca sidik jari.

Sementara itu, di tempat kedua dan ketiga alasan adalah "menawarkan sangat sedikit penyesuaian" dengan 16,7 persen suara, dan "tidak ada dukungan untuk aplikasi sideloading" dengan 12,8 persen suara.

12,1 persen responden juga menjawab, ponsel Android memiliki perangkat keras yang lebih baik.

Sementara, 10,4 persen suara menyebut khawatir terhadap pemindaian iCloud untuk mencari materi pelecehan seksual anak (Child Sexual Abuse Material/CSAM).

Alasan terakhir terkait dengan fitur anti pelecehan anak dari Apple yang mengundang berbagai pro dan kontra di sebagian kalangan.

Beberapa alasan lain termasuk harganya mahal (4,5 persen), lebih suka model iPhone lawas (3,9 persen), lebih memilih Google Assistant ketimbang Siri (2,6 persen), serta kurangnya multitasking split-screen (2,3 persen).

Alasan lainnya termasuk tidak mendukung beberapa profil pengguna (1,5 persen), tak ada opsi ponsel lipat seperti Galaxy Z Fold3 (0,8 persen), dan tiadanya fitur pengunci aplikasi (0,5 persen).

Alasan Mau Pindah ke iPhone 13

Model dummy iPhone 13 series yang akan diumumkan Apple tahun ini. (Doc: Macrumors)
Model dummy iPhone 13 series yang akan diumumkan Apple tahun ini. (Doc: Macrumors)

Di sisi lain, pada mereka yang ingin pindah ke iPhone, sebanyak 11,4 persen menyebut ponsel itu memiliki perlindungan privasi anak yang lebih baik, dengan 0,9 persen ingin mendapatkan "fitur keselamatan anak yang akan datang."

4,3 persen juga mengatakan iPhone akan memiliki fitur perangkat keras yang lebih baik, dan 5,2 persen mengklaim iPhone memiliki "harga yang lebih baik."

51,4 persen responden yang ingin beralih menyebut, iPhone 13 memiliki "dukungan perangkat lunak yang lebih lama" dan memiliki "integrasi ekosistem Apple" sebanyak 23,8 persen.

Saat ditanya model mana yang ingin mereka tingkatkan, sebagian besar pengguna Android memilih iPhone 13 Pro Max di 39,8 persen, mengalahkan model standar di 36,1 persen.

19,5 persen juga memilih iPhone 13 Pro dan iPhone 13 mini melengkapi daftar dengan 4,6 persen suara.

(Gio/Ysl)

Infografis Keuntungan iPhone terhadap Apple

Infografis Keuntungan iPhone terhadap Apple (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Keuntungan iPhone terhadap Apple (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel