Survei ARSC: 60,58 Persen Publik Ingin Capres 2024 dari Kalangan Sipil

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) merilis survei bertema 'Sumber Kepemimpinan Nasional: Menuju 2024'. Dari hasil surveinya, mayoritas publik ingin figur yang layak diusung sebagai Capres 2024 tidak mesti dari kader partai politik.

"Mayoritas responden yakni 71,49 persen ingin calon presiden tidak harus kader partai dan 28,51 persen lainnya menginginkan calon presiden dari kader partai," ujar Peneliti ARSC Bagus Balghi dalam paparannya, Sabtu (22/5).

Selain itu, Bagus melanjutkan, hampir semua responden sebanyak 93,97% meminta Capres 2024 adalah laki-laki. Sementara, 6,03% lainnya menginginkan perempuan.

Kemudian, capres dari kalangan sipil menjadi paling tinggi dipilih responden sebesar 60,58%. Sementara 34,05% persen menginginkan capres dari militer dan 5,37% dari kalangan polisi.

"Publik lebih memilih sosok pemimpin dari kalangan sipil untuk menjadi presiden," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Bagus, mayoritas responden sebanyak 96,53% lebih memilih Capres yang berprestasi. Ketimbang Capres yang berdasarkan kekerabatan politik dimana responden hanya memilih 3,74%.

"Aspek kompetensi merupakan concern utama dari publik, sosok yang memiliki rekam jejak prestasi dan berpengalaman adalah pertimbangan utama dalam memilih presiden ketimbang sosok yang sekadar memiliki kekerabatan politik," ucap Bagus.

Libatkan 1.200 Responden

Untuk diketahui, survei tersebut melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Dengan 60 persen berusia muda di bawah 30 tahun dan usia minimal 17 tahun.

Survei dilakukan selama periode 26 April-8 Mei 2021. Metode survei yang dipakai adalah multistage random sampling dan dilakukan melalui sambungan telepon. Adapun margin error plus minus 2,9 persen.

Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel