Survei ARSC Menuju Pemilu 2024: PDIP Teratas, Diikuti Gerinda dan Demokrat

·Bacaan 1 menit
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato saat pembukaan Rakernas I dan HUT ke-47 PDIP di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rakernas ini bertajuk 'Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional'. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) unggul di peringkat pertama sebagai partai pemenang pada Pemilu 2024 berdasarkan rilis survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) bertema 'Sumber Kepemimpinan Nasional: Menuju 2024'

"Pada posisi teratas masih PDI Perjuangan yang dipilih 19,60 persen responden," ujar Peneliti ARSC Bagus Balghi dalam paparannya, Sabtu (22/5/2021).

Selanjutnya, kata Bagus, di posisi kedua ada Partai Gerindra dengan hasil 15,03 persen. Diikuti Partai Demokrat 14,80 persen.

Sedangkan pada posisi empat dan lima bersaing ketat antara Partai Golkar 10,40 persen dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 9,10 persen.

Diikuti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 5,50 persen, Nasdem 4,40 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 4,40 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2,40 persen, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1,50 persen.

Survei ARSC Libatkan 1.200 Responden

Sementara, di urutan bawah ada Partai Bulan Bintang (PBB) 0,40%, Hanura 0,20% dan Perindo 0,20%. Sedangkan, Partai Garuda dan PKPI dengan hasil 0,10% persen.

Survei ARSC tersebut melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Dengan 60 persen berusia muda di bawah 30 tahun dan usia minimal 17 tahun.

Survei dilakukan selama periode 26 April-8 Mei 2021. Metode survei yang dipakai adalah multistage random sampling dan dilakukan melalui sambungan telepon. Adapun margin error plus minus 2,9 persen.

Reporter: Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel