Survei Charta Politika: Kepuasan Terhadap Kinerja Pemerintah Terus Menurun

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Lembaga Survei Charta Politika kembali merilis hasil survei terbaru terkait tingkat kepuasaan publik terhadap kinerja pemerintah. Berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasaan publik terhadap kinerja pemerintah terus mengalami penurunan hingga 69,2 persen hingga April 2022.

"Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah jika dilihat dari tren hasil survei, terus mengalami penurunan hingga pada angka 62.9% di bulan April 2022," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, Senin (25/4).

Publik yang merasa sangat puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin mencapai 7,7 persen. Sementara 55,1 persen lainnya menyatakan cukup puas.

Kemudian 31,4 persen responden lainnya menyatakan tidak puas dan 4,3 persen tidak puas sama sekali. 1,5 persen publik tidak tahu dan tidak menjawab.

Kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah tertinggi berada di wilayah Bali, NTB & NTT, Jawa Tengah & DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Sementara tingkat kepuasan terendah di wilayah Sumatera, Kalimantan dan DKI Jakarta dan Banten.

Di Bali, NTB dan NTT, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin mencapai 38,3 persen. Sementara di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mencapai 8,0 persen dan di Jawa Timur 5,8 persen.

Sedangkan tingkat kepuasan publik di Sumatera terhadap kinerja pemerintah mencapai 6,8 persen. Kemudian di Jakarta dan Banten 7,0 persen dan Kalimantan 2,9 persen.

Survei dilakukan selama 10-17 April 2022. Jumlah sampel sebanyak 1220 responden dengan margin of error +/- 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dipilih secara acak atau probability sampling dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikan urban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap Provinsi. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel