Survei: Dinasti Politik Jadi Pemicu Konflik Demokrat

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Partai Demokrat dilanda konflik dengan memunculkan dualisme kepengurusan. Dua kubu yang bertikai yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Moeldoko sama-sama mengklaim benar versi masing-masing.

Terkait itu, Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis survei terkait kisruh Demokrat. Salah satu yang menjadi perhatian dalam survei terkait dinasti politik serta legalitas dari kedua kubu.

Direktur Eksekutif IDM, Fahmi Hafel menjelaskan, hasil survei sebanyak 86,7 persen responden menyatakan, kepengurusan Demokrat sebelum Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang merupakan bagian dinasti politik.

"Sebanyak 7,4 persen menyatakan bukan bagian dari dinasti politik, sedangkan sebanyak 5,9 persen tidak menjawab," kata Fahmi, dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa, 23 Maret 2021.

Fahmi melanjutkan, hasil survei juga ada temuan sebanyak 87,3 persen responden setuju kalau praktik dinasti politik di Demokrat menimbulkan iri hati di internal kader. Kondisi tersebut berpotensi menghambat kemajuan para kader di luar keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pun, sebanyak 9,6 persen menyampaikan tidak setuju dan 3,1 persen tidak mau menjawab.

Baca Juga: AHY vs Moeldoko di Demokrat, Begini Analisa Yusril Ihza Mahendra

Selanjutnya, mayoritas responden sebanyak 86,7 persen setuju kalau dinasti politik di Demokrat yang dicap jadi pemicu konflik di internal selama dipimpin AHY.

"Dan, sebanyak 7,1 persen tidak setuju dan sebanyak 6,2 persen tidak menjawab," ujarnya.

Survei IDM ini melibatkan sebanyak 1.020 warga negara Indonesia yang tersebar di 34 provinsi. Survei memiliki margin of error +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei juga menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 dengan melalui WhatsApp dan via sambungan telepon.

Responden survei terdiri dari 51,4 persen laki-laki dan 48,6 persen perempuan. Untuk 50,9 persen responden tinggal di perkotaan dan 49,1 persen di pedesaan.

Kemudian, untuk pendidikan sebanyak 11,8 persen lulusan SD/SMP. Adapun, sebanyak 50,8 persen responden berpendidikan SMA atau setingkatnya dan sebanyak 37,4 persen responden berpendidikan D3/S1/S2.

Menyangkut kisruh Demokrat, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ditetapkan sebagai Ketum Demokrat versi kepengurusan KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara pada 5 Maret 2021 lalu. Kubu AHY pun tak tinggal diam dan memberikan perlawanan.

Pihak AHY menyampaikan kepengurusan Demokrat Moeldoko abal-abal tak sesuai anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.