Survei: Dunia skeptis bahwa Trump akan melakukan hal yang tepat untuk kepentingan global

Washington (AP) - Dunia masih skeptis bahwa setelah hampir tiga tahun menjabat Presiden Donald Trump akan melakukan hal yang tepat dalam urusan luar negeri, menurut jajak pendapat Pew Research Center yang dirilis Rabu.

Jajak pendapat itu dilakukan jauh sebelum Trump menandatangani izin atas serangan pesawat nirawak AS yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani pekan lalu. Serangan itu telah mendorong ketegangan antara Amerika dan musuh bebuyutannya di Timur Tengah dan membuat Teheran meluncurkan rudal balistik di dua pangkalan militer Irak yang menampung pasukan Amerika.

Mayoritas orang di banyak dari 33 negara yang disurvei oleh pusat penelitian non-partisan tidak menyetujui sejumlah kebijakan yang paling sering dibicarakan Trump, termasuk memberlakukan tarif barang impor sebagai cara untuk memperoleh pengaruh dalam sengketa perdagangan, menarik diri dari perjanjian internasional perubahan iklim, membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko dan menempatkan pembatasan ketat pada imigrasi ke AS

Demikian pula, di 33 negara itu, lebih banyak orang tidak menyetujui daripada menyetujui keputusan Trump untuk menjadikan AS satu-satunya kekuatan dunia yang mundur dari perjanjian nuklir dengan Iran.

Namun, pandangan yang lebih positif bagi Trump adalah negosiasi langsung yang ia lakukan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Upaya itu mendapat dukungan terbanyak, meskipun tidak mayoritas di sebagian besar negara yang disurvei.

Trump dan Kim telah mengadakan tiga putaran pembicaraan tentang denuklirisasi Semenanjung Korea, yang paling baru tahun lalu di Zona Demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan.

Sentimen menolak Trump adalah umum di seluruh Eropa Barat, di mana sekitar 75% atau lebih orang di Jerman, Swedia, Prancis, Spanyol dan Belanda kurang percaya pada pemimpin AS itu.

Perasaan itu semakin dalam di Meksiko, di mana 89% warga yang disurvei tidak percaya pada Trump, yang telah menjadikan orang-orang Meksiko sebagai sasaran kritikan dan kebijakan anti-imigrasinya seperti tembok perbatasan.

Tetapi dunia tidak sepenuhnya menentang Trump.

Mayoritas orang di Israel, Filipina, Kenya, Nigeria dan India memiliki keyakinan bahwa pengusaha yang berubah menjadi presiden itu akan melakukan hal yang benar di panggung dunia.

Lima pemimpin dinilai dalam jajak pendapat itu, dengan Trump menerima pandangan paling negatif. Selain Trump, Vladimir Putin Rusia dan Xi Jinping dari China juga mendapatkan nilai rendah.

Keyakinan pada pemimpin Jerman Angela Merkel adalah yang tertinggi di antara para pemimpin yang disurvei. Sementara penilaian pada Emmanuel Macron dari Prancis sedikit lebih positif daripada negatif.

Trump, seorang tokoh Republik, memperlakukan persetujuannya yang relatif rendah di panggung dunia seperti lencana kehormatan. Dia mengatakan kepada para pendukungnya selama kampanye pada bulan Desember di Battle Creek, Michigan, bahwa Jerman dan Prancis menyukai pendahulunya, Barack Obama, seorang Demokrat, lebih dari mereka menyukainya.

Trump mencatat bahwa ia telah mengenakan pajak impor minuman beralkohol Prancis untuk membalas pajak yang dikenakan Prancis pada perusahaan teknologi besar, termasuk beberapa yang berbasis di AS.

"Jika saya menjadi lebih populer itu berarti saya tidak melakukan pekerjaan saya," katanya.

Survei terhadap hampir 37.000 orang di 33 negara dilakukan dari 18 Mei hingga 2 Oktober 2019, berdasarkan wawancara telepon dan tatap muka.

Dalam versi survei sebelumnya, yang dirilis beberapa bulan setelah Trump menjabat pada Januari 2017, kurang dari 30% responden menyatakan percaya dengan kemampuan presiden untuk melakukan hal yang benar dalam urusan internasional.