Survei: Elektabilitas Dahlan Sebagai Capres Alternatif Tertinggi

Jakarta (ANTARA) - Survei oleh Lembaga Survei Jakarta (LSJ) mengenai "Calon Presiden Alternatif Pilihan Publik" menunjukkan bahwa Menteri BUMN Dahlan Iskan menempati urutan pertama, dengan elektabilitas tertinggi, yakni 17,2 persen.

"Dahlan Iskan paling banyak dipilih responden sebagai capres alternatif karena dinilai sebagai pemimpin yang sederhana, responsif, jujur dan merakyat," kata Direktur LSJ Rendy Kurnia, saat memaparkan hasil surveinya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, capres alternatif adalah tokoh nasional yang secara resmi tidak bergabung dalam partai politik, namun mereka sering disebut-sebut oleh media sebagai sosok yang potensial untuk maju sebagai kandidat Presiden RI pada Pilpres 2014 nanti karena dipandang memiliki kapabilitas, integritas, dan popularitas yang baik.

Berada di urutan kedua Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebanyak 13,1 persen, diurutan ketiga penyanyi dangdut Rhoma Irama 10,8 persen, Ketua KPK Abraham Samad 5,2 persen, Sri Mulyani Indrawati 3,9 persen, Chairul Tandjung 3,6 persen, Menko Polhukam Djoko Suyanto 2,8 persen, Rizal Ramli 2,5 persen, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo 1,9 persen, Irman Gusman 1,4 persen, Gita Wirjawan 1,3 persen, dan Anies Baswedan 1,1 persen.

Selain itu, Dahlan Iskan juga merupakan capres alternatif yang paling disukai responden, yakni sebanyak 44,2 persen dan disusul oleh Mahfud MD 42,8 persen dan Rhoma Irama sebesar 40,1 persen.

Peneliti Senior LSJ Igor Dirgantara mengatakan seringnya sosialisasi yang dilakukan Dahlan ke berbagai wilayah di Indonesia, sosok sederhana yang tidak prosedural dan anti protokoler, tidak menjaga jarak dengan rakyat dan bawahan, tampaknya semakin disukai oleh masyarakat saat ini.

"Inilah alasan mengapa publik memilih Dahlan sebagai capres alternatif potensial di pilpres 2014," kata Igor.

Menurut Igor, masyarakat mendambakan munculnya sosok calon presiden alternatif di pemilu 2014 mendatang. Di tengah semakin merosotnya tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik karena semakin banyaknya kader partai yang terlibat kasus korupsi, sosok calon presiden alternatif yang tidak tergabung dalam partai politik diharapkan dapat memberikan `angin segar` dalam keberlangsungan proses demokrasi tanah air di masa mendatang.

Ia menambahkan kerinduan masyarakat akan hadirnya sosok alternatif ini menjadi harapan besar publik karena ketika kami tanyakan karakter calon presiden seperti apa yang diharapkan publik maka karakter pemimpin yang jujur, bersih, dan merakyat menjadi pilihan masyarakat.

Igor juga mengingatkan bahwa proses politik yang harus dilakukan oleh Dahlan Iskan tidak mudah. Meski, memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi proses politik untuk penentuan calon presiden ditentukan oleh partai politik, sementara Dahlan Iskan belum memiliki kendaraan politik.

"Sebagai proses politik untuk mendukung langkahnya tersebut, Dahlan Iskan harus bisa meyakinkan dan mendekati partai-partai politik saat ini. Selama tidak ada partai politik yang mau mengusungnya, maka mimpi Dahlan Iskan untuk menjadi presiden di pilpres 2014 akan sia-sia," kata Igor.

Survei LSJ dilakukan periode 4 Februari hingga 16 Maret 2013 dan dilakukan di 33 (tiga puluh tiga) Provinsi dengan mengambil sampel sebanyak 1.225 dengan Margin of error kurang lebih 2,8 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Populasi dari survei ini adalah seluruh calon pemilih dalam Pemilu 2014 atau seluruh penduduk Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun dan/atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dengan responden dengan pedoman kuesioner.

Survei LSJ juga menempatkan Rhoma Irama sebagai capres alternatif paling populer. Sebanyak 89,9 persen responden mengaku mengenal Raja Dangdut itu, sementara di peringkat kedua Dahlan Iskan dengan tingkat popularitas sebesar 65,3 persen, disusul Mahfud MD 63,2 persen.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.