Survei indEX: Kepuasan publik terhadap Jokowi capai 80,9 persen

Survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mencapai 80,9 persen.

"Ketegasan Jokowi dalam menjaga perdamaian dan menyelamatkan dunia dari ancaman krisis ekonomi berbuah pada tingginya kepuasan publik," kata Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dijelaskan pula bahwa disrupsi ekonomi yang landa dunia diperparah oleh perang antara Ukraina dan Rusia. Indonesia yang saat ini memimpin Presidensi G20 ditantang untuk memberikan solusi perdamaian dan pemulihan ekonomi dari ancaman krisis.

"Atas dasar itu, Presiden Jokowi memutuskan untuk melakukan kunjungan ke Ukraina dan Rusia," ucapnya.

Jokowi tercatat sebagai pemimpin Asia pertama yang mengunjungi Ukraina pascainvasi. Determinasi Jokowi dalam upaya menciptakan perdamaian dunia dan menyelamatkan dunia dari krisis mendapat apresiasi publik.

Kepuasan publik bertahan cukup tinggi selama paruh awal 2022 setelah sempat anjlok hingga 60,8 persen yang dipicu oleh varian delta pada gelombang kedua COVID-19. Sesudahnya, kenaikan kasus COVID-19 akibat varian omicron dan subvarian BA.4-BA.5 tidak terlalu dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Sebanyak 18,1 persen publik merasa tidak puas, di antaranya 1,9 persen tidak puas sama sekali dan tidak tahu/tidak jawab 1,0 persen.

Di tengah tekanan negara-negara Barat untuk memberi sanksi kepada Rusia, kata Vivin, Jokowi berusaha menghadirkan pihak-pihak yang bertikai dalam forum-forum G20.

Baca juga: Survei: Kepuasan publik kepada Presiden beri dampak stabilitas politik
Baca juga: Survei Indikator: 67,5 persen responden puas kinerja Presiden Jokowi

Jokowi bahkan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk hadir di KTT G20 di Bali pada bulan November mendatang. Dengan memegang teguh prinsip bebas aktif, Jokowi terlibat langsung dalam mediasi konflik kedua negara.

Desakan Jokowi agar pasokan pangan dan pupuk tidak terganggu juga menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang yang banyak bergantung pada Rusia dan Ukraina. Indonesia banyak mengimpor gandum dari Ukraina, sedangkan bahan baku pupuk dari Rusia sangat dibutuhkan untuk pertanian, khususnya beras.

"Publik domestik dan internasional masih akan melihat apakah kepemimpinan Jokowi dalam Presidensi G20 mampu menciptakan perdamaian dunia dan pemulihan ekonomi pascapandemi," kata Vivin.

Jika berhasil, Vivin meyakini bahwa publik akan makin puas terhadap Jokowi dan Indonesia akan makin menempati posisi strategis dalam percaturan global.

Survei Index Research dilakukan pada tanggal 1—7 Juli 2022 terhadap 1.200 orang mewakili semua provinsi. Sampel dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling), diwawancara secara tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan. Margin of error survei sebesar 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel