Survei Indikator: Anak Muda Percaya Jokowi Mampu Atasi COVID-19

Dedy Priatmojo, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan anak muda mayoritas puas terhadap kinerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani pandemi wabah COVID-19. Menurut dia, anak muda memang melihat isu penanganan wabah virus Corona hal yang penting harus diselesaikan pemerintah.

"Dalam penanganan COVID-19, anak muda cukup percaya atau sangat percaya Pak Jokowi dianggap bisa menangani wabah yakni sekitar 55,4 persen," kata Burhanuddin melalui keterangan virtual pada Minggu, 21 Maret 2021.

Ia mengatakan anak muda cukup percaya dengan Presiden Jokowi dalam menangani wabah COVID-19 sebesar 50,9 persen; sangat percaya 4,5 persen; sangat tidak percaya hanya 0,5 persen; tidak percaya 12,5 persen; biasa saja 30,1 persen; dan tidak tahu atau tidak jawab 1,6 persen.

Sementara, Burhanuddin mengatakan anak muda juga menaruh kepercayaan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam menangani pandemi COVID-19 yakni 42,9 persen yang cukup dan sangat percaya.

"Cukup percaya 40,1 persen; sangat percaya 2,8 persen; sangat tidak percaya 3,9 persen; tidak percaya 11,3 persen; biasa saja 32,2 persen; tidak tahu atau tidak jawab 9,6 persen," jelas dia.

Kemudian, kata dia, anak muda yang bersedia melakukan vaksinasi COVID-19 juga cukup tinggi yakni sangat bersedia 10,3 persen; cukup bersedia 62,9 persen; kurang bersedia 19,6 persen; sangat tidak bersedia 1,9 persen; dan tidak tahu atau tidak jawab 5,3 persen.

“Mayoritas anak muda sangat bersedia melakukan vaksinasi COVID-19 yakni 73,2 persen dan sekitar 21,5 persen anak muda tidak bersedia divaksin,” ujarnya.

Survei dilakukan dengan cara kontak telepon kepada responden sebanyak 1.200 orang berusia 17 tahun sampai 21 tahun atau generasi muda. Cara ini dilakukan mengingat situasi masih pandemi COVID-19, sehingga sulit untuk tatap muka.

Sementara, metode yang digunakan simple random sampling dengan ukuran sampel 1.200 responden toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara profesional pada 4-10 Maret 2021.