Survei Indopol: Kepercayaan Publik Terhadap Jokowi Merosot 6,51 Persen

Merdeka.com - Merdeka.com - Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Juni 2022 menurun 6,51%. Pada Januari 2022, persentase masyarakat yang percaya pada Jokowi sebesar 72,93%.

"Namun ironisnya tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan Jokowi justru merosot ke angka 66,42% atau turun 6,51% dibanding Januari 2022," kata Direktur Eksekutif Indopol Ratno Sulistiyanto dalam rilis daring, Jumat (15/7).

Sementara itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi naik ke 61,79%. Angka tersebut dua kali lipat dibandingkan Januari 2022 yakni 25,05%.

"Hasil Survei Nasional bulan Juni 2022 menunjukkan optimisme masyarakat. Sebesar 61,79% responden menyatakan ekonomi keluarganya baik dan sangat baik, melesat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Januari 2022," ujarnya.

Ratno menyatakan, ekonomi bukan faktor utama yang menyebabkan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi.

"Anomali ini menarik untuk dikupas lebih lanjut karena biasanya persepsi terhadap ekonomi memiliki pengaruh yang paling kuat terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah," kata dia.

Selain itu, hasil survei ini juga menyebutkan kemerosotan kepercayaan terjadi di lapangan penegakan hukum (-7,48%) dan penyelenggaraan demokrasi (-5,69%).

Sebelumnya, Indopol mencatat tiga tokoh teratas yang berpotensi menjadi calon presiden yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Hasil Survei Nasional Indopol pada Juni 2022 menyebutkan, posisi Prabowo jatuh pada Top of Mind, yakni menjadi 8,94%, sedangkan Ganjar Pranowo naik menjadi 17,89%, dan Anies Baswedan melejit ke angka 16,42%.

"Analisis pertama terkait defisit elektabilitas Prabowo adalah performa dan kinerjanya selaku Menteri dalam kabinet Jokowi tidak dapat menjadi terobosan bagi yang bersangkutan untuk menampilkan prestasinya kepada publik," kata Direktur Eksekutif, Ratno Sulistiyanto dalam rilis daring, Jumat (15/7).

Ratno menyebut, kinerja menteri lebih banyak menjadi benefit sang presiden ketimbang bagi menteri yang bersangkutan. Di sisi lain, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan selaku kepala daerah memiliki 'ruang bermain' yang lebih beragam dan lebih merdeka daripada seorang menteri.

Adapun survei dilakukan dengan instrumen kuesioner dan pengambilan sampel dengan cara multistage random sampling. Sementara itu, responden berjumlah 1.230 orang dengan margin error ±2,8% dan tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan secara tatap muka pada kurun waktu tanggal 24 Juni–1 Juli 2022.

Reporter: Delvira Hutabarat/Liputan6.com [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel