Survei: Internet RI Lambat Tapi Konsumenya Paling Getol Belanja Online

Raden Jihad Akbar, Dinia Adrianjara
·Bacaan 2 menit

VIVA – Indonesia berada di urutan pertama sebagai negara yang paling sering menggunakan internet untuk berbelanja secara daring atau belanja online melalui situs e-Commerce, sepanjang tahun 2020. Pandemi COVID-19 tampaknya tak menyurutkan konsumen RI untuk berbelanja, meski koneksi internet lambat.

Dalam survei yang dilakukan oleh We Are Social dalam laporan berjudul 'Digital 2021', terungkap lebih dari 87 responden mengaku telah membeli sesuatu secara online pada beberapa bulan terakhir.

"Pengguna internet di Indonesia adalah yang paling melakukan pembelian e-Commerce, dengan lebih dari 87 persen responden membeli sesuatu secara online," tulis laporan We Are Social seperti dikutip VIVA pada Sabtu, 27 Februari 2021.

Baca juga: Pemerintah Harus Awasi Praktik Bisnis Tak Adil Raksasa Digital Dunia

Posisi Indonesia berada di urutan pertama, kemudian diikuti oleh Inggris, Thailand, Malaysia, Polandia, Jerman, Austria, Taiwan, Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Sementara Mesir dan Afrika Selatan ada di urutan paling buntut, yang menggunakan internet untuk berbelanja online.

Temuan ini terbilang kontras, jika dibandingkan dengan kecepatan dan kualitas internet di Indonesia yang terbilang kurang baik. Dalam survei tersebut, Indonesia tercatat memiliki kecepatan internet rata-rata 17,26 Mbps, tertinggal jauh dengan Malaysia dengan kecepatan internet 25,60 Mbps pun dengan Filipina yang memiliki kecepatan internet 22,50 Mbps.

Tak hanya itu, Indonesia juga tercatat ada pada urutan ketiga sebagai negara yang paling banyak menggunakan internet untuk bermain video games. Survei yang melibatkan responden berusia antara 16-64 tahun ini mengungkap, sekitar 94,5 persen responden Indonesia suka bermain video games lewat gadget. Sementara posisi pertama dan kedua diisi oleh Thailand dan Filipina.

We Are Social mencatat di tengah pandemi ini terdapat hampir setengah miliar pengguna baru di media sosial, sebab banyak orang tidak dapat beraktivitas ke luar rumah karena terdampak pandemi COVID-19.

Laporan juga mengungkap teknologi yang terhubung menjadi bagian yang lebih penting dari kehidupan orang selama setahun terakhir dengan media sosial, e-Commerce, konten streaming dan video game.