Survei IPO: 43 persen pemilih belum tahu jadwal Pemilu 2024

Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei nasional yang menyebutkan bahwa 43 persen calon pemilih belum mengetahui jadwal Pemilu dan Pilpres pada 14 Februari 2024.

"Jumlah tersebut terbilang sangat besar sehingga ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera direspons pemerintah dan penyelenggara pemilu," kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah di Jakarta, Sabtu.

Namun, dia menjelaskan sebanyak 74 persen responden setuju jika Pemilu dan Pilpres diselenggarakan pada 14 Februari 2024.

"Hanya 18 persen yang sangat tidak setuju dan 8 persen yang tidak setuju," ujarnya.

Berdasarkan hasil survei tersebut, sumber informasi politik publik lebih banyak dari media konvensional. Televisi mendapat penilaian tertinggi sebagai media paling banyak dijadikan sumber informasi politik.

Sebesar 36 persen publik menggantungkan sumber informasi politik dari televisi, sementara surat kabar hanya dijadikan referensi oleh 7 persen. Masyarakat yang masih menjadikan radio sebagai sumber informasi politik sebesar 11 persen, media sosial 23 persen, media pemberitaan daring 13 persen, media luar ruang 2 persen, sementara 8 persen masih mengandalkan tokoh masyarakat sebagai sumber informasi.

Survei tersebut dilaksanakan pada tanggal 23-28 Mei 2022 dengan teknik wawancara penelitian hibrida secara tatap muka sebanyak 480 responden dan 720 responden melalui sambungan telepon.

Data telepon merujuk data populasi sebanyak 196.420 yang dimiliki IPO sejak periode survei pada tahun 2019 sampai 2021. Dari total populasi tersebut terdapat 7.200 yang memungkinkan untuk menjadi responden hingga terambil secara acak sejumlah 720 responden. Dengan demikian total keseluruhan sebanyak 1.200 responden.

Metode ini memiliki pengukuran kesalahan (margin of error) 2,90 persen, dengan tingkat akurasi data 95 persen. Setting pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling (MRS) atau pengambilan sampel bertingkat. Survei ini berhasil mengambil representasi sampel yang tersebar proporsional dalam skala nasional.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel