Survei: Jokowi Masih Kandidat Terkuat Capres 2014  

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Ekskutif Lembaga Survei Pol Tracking Institute, Hanta Yuda AR, mengatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo masih menjadi calon terkuat dalam pemilihan presiden 2014 mendatang. "Dia punya momentum dan publik masih menaruh sentimen positif kepadanya," kata Hanta dalam diskusi calon presiden di Restoran Bumbu Desa, Jakarta Selatan, Ahad, 14 April 2013.

Menurut Hanta, kehadiran Jokowi dalam politik nasional akan sangat mempengaruhi konstelasi politik menjelang pemilihan presiden 2014 nanti. Partai-partai, menurut dia, akan menunggu sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap pencalonan Jokowi. Bila PDIP mengusung Jokowi, peluang koalisi partai-partai dengan PDIP akan sangat terbuka. (baca: Tiga Wacana Jokowi Jadi Presiden )

Berdasarkan hasil analisis Pol Tracking Institute pada pemberitaan di sejumlah media televisi, cetak dan online, Jokowi masih berada di peringkat teratas capres dengan sentimen positif. Ruang pemberitaan media terhadap kans Jokowi menjadi capres mencapai 26 persen. Di bawahnya ada Prabowo Subianto dengan 17 persen ruang pemberitaan dan Aburizal Bakrie dengan 16 persen pemberitaan.

Lebih jauh Hanta mengatakan munculnya Jokowi sebagai calon presiden terkuat merupakan pesan dari publik tentang perlunya calon presiden baru. "Publik mengumakan munculnya mutiara baru," kata Hanta.

Menurut dia, kehadiran Jokowi, yang merupakan mantan Wali Kota Solo, merupakan bukti banyaknya calon kepala daerah yang bagus. "Sekarang tergantung partai apakah mau mencari figur baru atau tidak."

Selama ini, partai-partai, menurut Hanta, masih mencari calon presiden dari sekelompok orang saja. Misalnya dari kalangan menteri dan pengusaha. Padahal, menurut dia, ada banyak kepala daerah yang terbukti berhasil membangun daerahnya dalam waktu singkat.

IRA GUSLINA SUFA

Berita Lainnya:

Ujian Nasional di 11 Provinsi Ditunda

Venna Melinda Blak-blakan Soal Perceraiannya

9 Akun Twitter yang Di-follow SBY

Evakuasi Pesawat Lion Air Tunggu Investigasi KNKT

Dahlan Iskan Cinta-Benci kepada Twitter

Pesan Dahlan Iskan untuk Pejabat Main Twitter

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.