Survei LSI: 75 Persen Publik Percaya Brigadir J Sering Dapat Ancaman

Merdeka.com - Merdeka.com - Masyarakat meyakini Brigadir J kerap mendapat ancaman pembunuhan sebelum akhirnya tewas ditembak Bharada E dan Ferdy Sambo.

Hal tersebut berdasar pada hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) periode 13-21 Agustus 2022, pada 1.220 responden.

"Sekitar 45.5% tahu berita bahwa Brigadir J beberapa kali mendapat ancaman akan dibunuh, dan mayoritas percaya dengan berita tersebut. Dan 75.2% di antaranya percaya akan informasi tersebut," kata Direktur Ekesekutif LSI Djayadi Hanan, Rabu (31/8).

Pada temuan lain, mayoritas responden juga percaya polisi akan menyelesaikan kasus tewasnya Brigadir J secara jujur dan adil sesuai prosedur penegakan hukum.

"Sebanyak 67,5 persen warga percaya kepolisian akan menyelesaikan kasus secara jujur dan adil," ujarnya.

Populasi survei tersebut adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan pada 13-21 Agustus 2022.

Margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling).

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto memberi penjelasan soal pisau yang sempat diserahkan oleh Kuat Ma'ruf kepada salah satu ajudan Irjen Ferdy Sambo saat rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Pisau itu, kata Agus, dipakai Kuat untuk mengancam Yosua. "Kan sudah banyak beredar info keterangan pacar almarhum J yang menyatakan diancam 'skuad-skuad lama', si Kuat orang lama bawa pisau," kata Agus.

Pisau itu disebut terkait dengan peristiwa di Magelang yang digunakan Kuat untuk mengancam Yosua agar tidak naik ke lantai atas rumah Ferdy Sambo di Magelang.

Reporter: M Radityo [fik]