Survei LSI Denny JA: Masyarakat Pro Syariat Islam Meningkat, Paling Banyak di Kota

Merdeka.com - Merdeka.com - Masyarakat pro syariat Islam di Indonesia diperkirakan meningkat dalam tiga tahun belakangan. Hal itu terungkap dari survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis pada Selasa (1/11).

Dalam survei LSI, publik yang menjawab pro syariat Islam pada tahun 2022 sebanyak 12,5 persen. Sebelumnya pada tahun 2017 berjumlah 9,3 persen dan 2012 5,6 persen.

Pro syariat Islam ditemukan paling banyak pada masyarakat tamat SD ke bawah 13,8 persen diikuti tamat SMP ke bawah 17,1 persen. Kemudian tamat SMA ke bawah 9,1 persen, dan tamat D3 ke atas 8,6 persen.

Selanjutnya, pro syariat Islam paling tinggi pada masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp2 juta per bulan sebanyak 15,1 persen, kemudian penghasilan Rp2-3 juta per bulan 12,0 persen, Rp3-4 juta per bulan 10,2 persen, dan di atas Rp4 juta per bulan 6,9 persen.

Berikutnya, pro syariat Islam paling tinggi di usia 40-49 tahun sebesar 14,9 persen. Lalu di bawah 30 tahun 13,6 persen, 30-39 tahun 9,7 persen, serta di atas 50 tahun 11,8 persen.

Survei LSI itu juga menyebut, penduduk kota lebih pro syariat Islam 17,8 persen dibanding desa yang hanya 10,4 persen.

Bagi yang beragama Islam pun lebih pro syariat Islam sebesar 13,4 persen. Sementara yang non-Islam 4,9 persen.

Pro syariat Islam paling banyak ditemukan di wilayah Indonesia Tengah sebanyak 15,0 persen. Kemudian wilayah Barat 11,9 persen, dan Timur 6,7 persen.

Lebih lanjut, publik yang tidak punya Facebook lebih banyak yang pro syariat Islam sebanyak 13,1 persen. Sedangkan, yang punya Facebook 11,9 persen.

Survei ini menggunakan metodologi Multi-stage Random Sampling dengan jumlah 1.200 responden. Teknik pengumpulan data dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error ± 2.9 % dengan waktu pengumpulan data 11-20 September 2022. [yan]