Survei LSI: Mayoritas Responden Tak Percaya Pelecehan Penyebab Pembunuhan Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan 38,9% responden kurang percaya dengan alasan tewasnya Brigadir J alias Yoshua Hutabarat akibat tindakan pengancaman dan pelecehan yang dilakukannya terhadap istri eks kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Bahkan hal itu diperkuat dengan 37,4% suara responden yang mengaku tidak percaya sama sekali dengan alibi tersebut. Ini berdasar pada hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) periode 13-21 Agustus 2022, pada 1.220 responden.

"Total 76,3% responden mengaku tidak percaya dengan hal tersebut. Hanya 2,9% responden yang percaya dan 13,9% responden yang cukup percaya," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, Rabu (31/8).

Kemudian responden survei juga mengaku tidak percaya jika Brigadir J tewas usai peristiwa tembak menembak dengan Bharada E alias Richard Eliezer.

"82,8% responden mengatakan, Brigadir J ini sengaja dibunuh dan bukan adu tembak. Hanya 7,0% responden yang percaya jika hal itu terjadi. Sisanya mengaku tidak tahu atau tidak menjawab," urainya.

Sebagai informasi, responden survei adalah mereka yang sudah berusia 17 tahun atau sudah pernah menikah. Sehingga memiliki hak pilih untuk mengikuti survei ini.

Total sebanyak 1220 responden yang terhimpun dengan lokasi yang tersebar secara nasional. Terkait metodologi survei, Djayadi mengatakan LSI menggunakan multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan plus minus 2,9% pada tingkat kepercayaan sebesar 95%.

Reporter: M Radityo [fik]