Survei LSI: Tingkat Kepercayaan Terhadap Polri Tertinggi, KPK Paling Buncit

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, kembali merilis survei terbarunya yang berfokus pada penegakan hukum dan tugas lembaga hukum di Indonesia. Hasilnya, Polri mendapat tingkat kepercayaan tertinggi dengan suara responden sebesar 72%, disusul Kejaksaan 70% lalu Pengadilan sebesar 65% dan KPK sebesar 63%.

"Jadi KPK nomor buncit meski tingkat kepercayaannya masih di atas 60-an persen," kata Djayadi saat jumpa pers daring, Minggu (24/7).

Djayadi lalu mengurut tingkat kepercayaan hasil survei terbarunya dengan periode bulan kemarin. Hasilnya terdapat lembaga yang meningkat tingkat kepercayaan publiknya dan juga ada yang menurun.

"Polisi stagnan di angka 72%, kemudian tingkat kepercayaan pada Kejaksaan meningkat dalam dua bulan terakhir 64% jadi 70%, pengadilan 60% ke 65%. Jadi ada peningkatan untuk pengadilan di Kejaksaan, tetapi ada penurunan terhadap KPK 66% ke 63%," urai Djayadi.

Terkait hasil Polri yang tidak berubah dari hasil survei sebelumnya, Djayadi mengonfirmasi jika surveinya belum memasukkan isu adu tembak polisi di rumah Kadiv Propam non-aktif Irjen Ferdy Sambo. Sebab, survei dirampungkan sebelum insiden itu terjadi.

"Jadi survei ini dilaksanakan sebelum isu polisi tembak polisi mengemuka jadi apakah isu berpengaruh atau tidak harus kita lihat di survei berikutnya," Djayadi menutup.

Sebagai informasi, survei dilakukan pada 27 Juni 2022 hingga 5 Juli 2022. Metodologi dari survei ini menggunakan kotak telepon kepada responden secara acak atau random digit dialing (RDD).

Selain itu, target populasi survei ini adalah WNI yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon, sekitar 83% dari total populasi nasional. Kemudian, sampel dikumpulkan adalah 1206 orang yang dipilih acak. Margin of error survei ini diperkirakan +- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel