Survei: Miliarder AS Cuma Sumbang 0,1 Persen dari Hartanya untuk Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Survei menunjukkan bahwa jajaran miliarder di Amerika Serikat (AS) belum memberikan sumbangsih yang besar untuk menangani virus Corona. Mereka hanya menyerahkan secuil hartanya untuk membantu penanganan virus Corona. 

Tercatat, 50 orang terkaya di AS telah menyumbang sekitar USD 1 miliar atau mencapai Rp 14 triliun (estimasi kurs 14.085 per dolar AS) untuk bantuan dampak covid-19. Angka tersebut terlihat sangat fantastis dan sangat besar.

Namun menurut survei baru yang dilaksanakan oleh Washington Post, ternyata angka Rp USD 1 miliar tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan total kekayaan gabungan para miliarder tersebut. Dalam catatan Washington Post, sumbangan 50 miliarder tersebut kurang dari dari 0,1 persen dari total harta mereka.

Dilansir dari laman CNBC, Minggu (7/6/2020), survei juga menemukan bahwa hampir sepertiga dari miliarder ini belum mengumumkan donasi, meskipun beberapa yang belum berkontribusi secara pribadi tersebut memang sudah berdonasi tetapi menggunakan nama perusahaan mereka.

“Bahkan banyak miliarder yang telah mengumumkan sumbangan untuk upaya bantuan Covid-19 telah memberikan jumlah yang relatif remeh bila dibandingkan dengan nilai tengah rata-rata rumah tangga Amerika, yang mencapai USD 97.300,” tulis Roxanne Roberts dan Will Hobson dari Washington Post.

 

Sumbangan para Miliarder

Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon, telah menjadi subjek berita utama di seluruh dunia baru-baru ini. Seperti apakah dia sebenarnya? (Forbes.com)

Roberts dan Hobson menggunakan angka ini untuk menghitung apa yang akan disumbangkan oleh donasi para miliarder ini untuk orang AS. Sebagai contoh, Jeff Bezos, orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih USD 143 miliar, telah menyumbangkan USD 125 juta atau Rp 1,7 triliun, yang setara dengan sekitar USD 85 atau Rp 1,1 juta untuk membantu warga Amerika yang terdampak covid-19.

Berbeda dengan pendiri Microsoft Bill Gates dan Twitter dan CEO Square Jack Dorsey. Gates yang menjadi salah satu tokoh publik paling vokal sejak awal pandemi, telah menyumbang sekitar USD 300 juta atau Rp 4,2 triliun melalui Yayasan Bill dan Melinda Gates. Itu berarti sekitar USD 283 Rp 3,9 juta untuk median AS.

Kemudian, Dorsey bukan salah satu dari 50 orang terkaya Amerika (Dia berada di peringkat 147), tetapi telah menjanjikan USD 1 miliar atau Rp 14 triliun dalam ekuitas dari Square. Itu adalah sebagian besar dari kekayaan bersihnya, sekitar 28 persen, dan setara dengan lebih dari USD 27.000 untuk rata-rata orang Amerika. Anda dapat melihat dengan tepat ke mana uangnya mengalir pada spreadsheet yang ia buat.

Lalu Ray Dalio telah menjadi yang paling dermawan di antara 50 orang terkaya di AS dalam hal sumbangan yang relatif besar jika dibandingkan dengan kekayaan bersih. Dia memberi lebih dari USD 100 juta dari kekayaannya USD 18 miliar, atau sekitar USD 589 untuk rata-rata orang Amerika. 

Kritik

ilustrasi virus corona covid-19/photo copyright by Shutterstock

Maka memunculkan kritik terhadap orang-orang terkaya di negara AS dengan cepat menunjukkan bahwa merekalah yang lebih kaya selama pandemi.

Menurut laporan baru dari orang Amerika untuk Kewajaran Pajak dan Program Institute for Policy Studies untuk Ketimpangan, yakni kekayaan miliarder AS teah naik USD 434 miliar antara pertengahan Maret dan pertengahan Mei.

Sehingga lima orang Amerika terkaya yakni Jeff Bezos, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Warren Buffett dan Larry Ellison, dikatakan kekayaan gabungan mereka melambung sebesar USD 76 miliar.