Survei Pilpres 2024 Indomatrik: Paslon Prabowo-Puan Unggul

Daurina Lestari, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Lembaga survei Indomatrik merilis hasil survei nasional ‘Persepsi & Perilaku Publik Terhadap Tingkat Elektabilitas Pasangan Capres/Cawapres RI Yang Potensial Maju Didukung Partai 2024’. Dalam survei tersebut Indomatrik mengasumsikan Pilpres 2024 diikuti oleh 3 pasang calon.

Direktur Eksekutif Indomatrik, Husin Yazid, menyebut asumsi tiga pasang tokoh yang berpotensi maju menjadi Capres-Cawapres di 2024 berdasar aturan normatif dan asumsi-asumsi lembaganya. Pertama berdasarkan UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

"Dimana diatur pada pasal 169, persyaratan calon presiden dan wakil presiden diusulkan dalam satu pasangan oleh partai atau gabungan partai politik peserta pemilu, yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR, atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya," kata Husin, Jumat 23 April 2021.

Kedua, lanjut Husin, asumsi nama-nama sosok figur tersebut adalah sosok yang berpotensi besar akan diusung oleh partainya, dan Ketiga, asumsi sosok tokoh independen yang memiliki popularitas memadai/layak maju, yaitu tokoh terindikasi akan digadang-gadang dan diusung sejumlah Partai.

Dari dasar tersebut, Husin memprediksi pilpres 2024 akan diikuti tiga pasang calon, yakni pertama Pasangan Prabowo-Puan Maharani. Dasarnya yakni karena Gerindra berpotensi besar mengusung Prabowo dan PDIP mengusung Puan

"PDIP kan banyak ada Puan, ada Ganjar ada Risma, namun kami lihat potensi terbesar masih akan PDIP berikan ke Puan. Dia pengalaman jadi menteri sekarang ketua DPR. Kami melihat juga dia anak ideologis Megawati, Koalisi PDIP Gerindra akan memiliki 31,9 persen, dan bisa mengusung paslon tersebut," ujar Husin

Sementara pasangan kedua, yakni ada koalisi dari Golkar dan PKB ditambah dengan dukungan dari PPP yang diasumsikan akan mengusung Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar. Koalisi ini akan memiliki suara 26,52 persen dan bisa mengusung calon tersebut.

"Kemudian ada sosok calon independen yang terindikasi yang didukung partai dan sudah terlihat Anies sudah lobi dengan Nasdem dan PKS kemudian berpotensi didukung Demokrat yang mengusung AHY," ujar Husin.

Husin mengungkapkan, dari 3 pasangan calon yang diasumsikan tersebut, kata Husin, mayoritas responden memilih paslon Prabowo-Puan. Pasangan tersebut memiliki 27,85 persen dukungan responden.

"Disusul gandengan birokrat dan militer, Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berada di urutan kedua dengan persentase 17,55 persen," kata Husin

Sementara pasangan Airlangga dan Gus Ami ada di urutan ketiga dengan 8,64 persen suara. "Masih ada pemilih yang masih belum menentukan, namun akan mengikuti saat perhelatan pilpres berlangsung di 2024 sekitar 45,96 persen," ujar Husin

Survei Indomatrik tersebut menggunakan metode sample random sampling, responden yang terdistribusi secara acak di seluruh nusantara, yaitu mereka yang telah berusia 17 tahun ke atas
atau sudah menikah, sebagai pemilih ketika survei dilakukan. Survei digelar pada 2 sampai 10 April 2021. Margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Jumlah sampel responden yang diwawancara sebanyak 1.200 responden warga negara Indonesia.