Survei PPI: Elektabilitas Ganjar Lewati Anies, Prabowo Teratas

·Bacaan 2 menit

VIVA – Lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI) merilis hasil riset terbarunya dengan menempatkan Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan dalam tiga besar sebagai calon Presiden 2024. Namun, Anies posisinya sudah disalip Ganjar dan Prabowo tetap teratas.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menjelaskan pihaknya mencoba membuat beberapa simulasi untuk Pilpres 2024 dengan menyodorkan kepada 1.200 responden. Hasilnya Prabowo, Ganjar dan Anies tetap masuk dalam tiga besar yang belum tergeser.

"Kalau bicara elektabilitas, Prabowo, Ganjar, Anies selalu menempati tiga besar. Secara konsisten, mereka juga menunjukkan satu persaingan yang saat ini belum ada diantara mereka misalnya terlempar dalam tiga besar," kata Adi saat diskusi virtual pada Sabtu, 5 Juni 2021.

Menurut dia, data elektabilitas capres menunjukkan Menteri Pertahanan Prabowo masih memimpin dengan 18,3 persen. Kemudian, disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar sebesar 16,5 dan Gubernur DKI Jakarta Anies sebanyak 15,1 persen.

Selanjutnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada posisi keempat dengan 7,0 persen. Di bawah AHY, ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang 6,0 persen.

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma cuma 5,5 persen. Pun, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno 5,4 persen.

"Di antara tiga besar elektabilitas calon presiden, hanya Ganjar yang masih memiliki popularitas di bawah 70 persen. Anies di atas 70 persen popularitasnya, Prabowo hampir mentok 9,3 persen. Ini temuan menarik bahwa dengan popularitas di bawah 70 persen saja, Ganjar sudah memiliki bekal luar biasa," ujarnya.

Ia mengatakan Prabowo elektabilitasnya masih paling tinggi. Namun, dominasinya kian melemah dengan keunggulan 8,2 persen pada Februari 2021,. Hal ini menipis menjadi tinggal 1,8 persen pada Mei 2021.

Sedangkan, kata dia, ada 3 tokoh yang mengalami peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan selama rentang 3 bulan terakhir. Ganjar naik 2,6 persen, AHY naik 1,7 persen dan Sandiaga naik 1,3 persen.

Adapun, Adi menjelaskan motif memilih calon presiden juga menunjukkan bahwa faktor psikologis dan emosional masih mendominasi penentu pilihan (36,3 persen). Sementara, faktor rasionalitas memiliki pengaruh 10,5 persen dan faktor sosiologis 3,2 persen.

"Fakta ini menunjukkan bahwa membangun citra dan kedekatan emosional dengan pemilih masih jauh lebih penting bagi pemilih di Indonesia, dibandingkan menyajikan program yang bagus dan memanfaatkan sentimen kelompok," jelas dia.

Parameter Politik Indonesia melakukan survei dengan sampel sebanyak 1.200 responden pada 23-28 Mei 2021. Metode dalam survei ini simple random sampling dari 6.000 nomor handphone yang sudah dipilih secara acak. Untuk margin of error survei sebesar ± 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.