Survei PPIM UIN : Masih terdapat siswa abai protokol kesehatan

·Bacaan 2 menit

Survei nasional yang dilakukan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (PPIM UIN) menemukan bahwa pelaksanaan protokol kesehatan masih perlu ditingkatkan di kalangan siswa dengan terdapat proporsi besar yang masih abai.

Dalam pemaparan secara virtual yang diikuti dari Jakarta pada Rabu, Peneliti PPIM UIN Jakarta Narila Mutia Nasir mengatakan hasil analisis sampel data 2.358 siswa di tingkat sekolah menengah atas di 34 provinsi di Indonesia memperlihatkan respons kesehatan dalam menghadapi COVID-19 perlu ditingkatkan.

"Seberapa pun gencar kampanye memakai masker, ayo pakai masker dan lain sebagainya ternyata masih ada 20,1 persen yang masih abai dalam menggunakan masker. Mereka belum konsisten menggunakannya, baru 49,8 persen yang menggunakan," jelasnya dalam pemaparan Hasil Survei Nasional 2022 bertema "Anak Muda dan COVID-19: Berbhinneka Kita Teguh, Ber-Hoax Kita Runtuh".

Tidak hanya itu, 41,2 persen siswa yang disurvei pada periode 1 September-7 Oktober 2021 itu mengaku masih abai dalam mencuci tangan, sebanyak 64,8 persen dalam menghindari berkumpul dan 41,4 persen dalam menjaga jarak.

Baca juga: Ancaman COVID-19 tak surutkan mereka kembali ke sekolah

Baca juga: Gubernur Sumsel ingatkan guru perketat protokol kesehatan siswa

"Yang perlu kita khawatirkan adalah ternyata ada 64,8 persen siswa yang masih abai soal menghindari berkumpul. Jadi mereka masih suka kumpul-kumpul, padahal kita tahu bahwa COVID-19 ini transmisinya salah satunya karena kedekatan," ujarnya.

Survei yang dilakukan di tingkat sekolah yang berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) itu juga menemukan tingkat kepatuhan berbeda terkait memakai masker di sekolah-sekolah yang berada di bawah kedua kementerian tersebut.

Di sekolah yang berada di bawah Kemendikbudristek, tingkat abai memakai masker adalah 19,3 persen, 29,5 persen sering memakai masker dan 51,12 persen selalu menggunakannya.

Sementara siswa yang disurvei dan berada di bawah Kemenag adalah 26 persen mengaku abai dalam pemakaian masker, 34,7 persen sering dan 39,3 persen selalu menggunakannya.

Selain itu analisis memperlihatkan 52,58 persen siswa yang menjadi responden belum menjalani vaksinasi COVID-19 saat survei dilaksanakan. Dengan 12,88 persen siswa mengatakan vaksinasi bertentangan dengan agama.

Baca juga: Satgas Prokes Mimika harap siswa jadi agen protokol kesehatan

Baca juga: Dinkes Bali: 387 ribu siswa SD jadi sasaran vaksinasi COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel