Survei: Prabowo Calon Presiden yang Paling Disukai

Jakarta (ANTARA) - Survei yang dilakukan oleh Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), yang dilakukan sejak 22 Januari 2012 hingga 2 Februari 2012, menunjukan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan figur calon presiden paling disukai masyarakat Indonesia.

Dalam pemaparan hasil survei di Jakarta, Senin, Direktur Puskaptis, Husin Yazid, mengatakan, survei yang dilakukan dengan metode, Metode Multistage Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.850 orang yang memiliki hak pilih dalam pemilu 2014 di 33 provinsi di Indonesia itu menyatakan menyukai Prabowo Subianto (16,40 persen).

Responden juga menyukai figur Ketua Umum PAN yang juga Menko Perekonomian Hatta Radjasa 14,60 persen, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie 13,15 persen, dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri 12,95 persen serta Akbar Tandjung sebanyak 12,65 persen.

Sementara Calon Wakil Presiden yang disukai oleh responden, yakni Hatta Radjasa sebanyak 15,20 persen, Akbar Tandjung 10,55 persen, Hidayat Nur Wahid sebanyak 10,10 persen, Anas Urbaningrum 8,20 persen. Namun, sebagian besar responden menyatakan tidak tahu (26,55 persen).

Namun, kata Husin, bila Dilihat dari tingkat keterpopuleran Capres 2014, Megawati Soekarnoputri berada diurutan pertama, yakni sebanyak 85,95 persen, diurutan kedua Prabowo Subianto dengan 83,35 persen, diurutan ketiga Ani Yudhoyono dengan 75,55 persen dan diurutan keempat Akbar Tandjung 73,65 persen dan Aburizal Bakrie berada diurutan kelima dengan 72,55 persen.

Sementara tingkat keterkenalan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum hanya 63,75 persen.

Nama mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla tidak muncul dalam survei tingkat keterkenalan capres 2014 dalam survei Puskaptis.

"Jusuf Kalla tidak masuk dalam struktural Partai saat ini," jelas Husin.

Sampling error dari survei itu lebih kurang 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Quality control terhadap hasil survei dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor melalui "spot check" di lapangan. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.