Survei Sebut 60 Persen Pengguna Internet Indonesia Terpapar Hoaks

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks menjadi masalah di seluruh negara, termasuk Indonesia. Itu sebabnya peran media massa dan jurnalis menjadi penting untuk mengurangi penyebaran hoaks tersebut.

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menyebut hasil survei menunjukkan masyarakat Indonesia semakin banyak yang percaya hoaks. Bahkan semakin tahun jumlah masyarakat yang percaya hoaks semakin tinggi.

Hal ini seiring dengan meningkatnya akses internet di Indonesia. Yakni mencapai 70 persen dari jumlah penduduk di Indonesia yang mencapai 200 juta orang lebih.

"Angka warga yang terpapar hoaks hampir 60 persen dari jumlah pengguna internet di Indonesia. Setiap tahun ada peningkatan angka kepercayaan hoaks," ujar pemeriksa fakta dari Mafindo, Dedy Helsyanto dilansir Antara.

"Mayoritas hoaks yang ditemukan terkait isu sosial politik, SARA, kesehatan, berita duka, kecelakaan hingga lowongan pekerjaan. Dan hanya beberapa persen saja masyarakat yang mampu mengenali hoaks," katanya menambahkan.

Dedy menyebut peran media massa dan jurnalis untuk menyebarkan informasi benar semakin krusial. Apalagi produk jurnalistik sudah sesuai aturan dan kode etik.

"Kami berharap media dan jurnalis memberikan edukasi pada masyarakat untuk melawan hoaks. Kita harus bersama melawan hoaks ini," ujarnya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel