Survei sebut institusi bisnis dipercaya dalam pemulihan pandemi

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Survei Edelman Trust Barometer 2021 mengungkap tingginya ekspektasi masyarakat terhadap institusi bisnis untuk memimpin pemulihan pandemi COVID-19.

Director Corporate & Public Affairs Edelman Indonesia Maria Tobing dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, menyatakan secara keseluruhan Indonesia masih memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap institusi bisnis, pemerintah, media, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), dibandingkan dengan banyak negara lain di dunia.

"Meski tingkat kepercayaan untuk seluruh institusi tetap tinggi, institusi bisnis memimpin sebagai peringkat pertama (78 persen), 8 poin lebih tinggi dibanding pemerintah," katanya.

Baca juga: Akulaku dorong pelaku UMKM makin adaptif saat pandemi

Temuan ini konsisten dengan tren global di mana bisnis mengungguli pemerintah di 18 dari 27 negara yang diteliti oleh Barometer.

Data dari Trust Barometer Edelman menunjukkan penurunan kepercayaan terhadap pemimpin pemerintahan (65 persen) dan jurnalis (67 persen), masyarakat Indonesia lebih mempercayai sumber lokal yang lebih dikenal seperti pemimpin agama (83 persen) dan CEO perusahaan (85 persen).

Hasil dan temuan di Indonesia dari Edelman Trust Barometer 2021 diluncurkan secara virtual pada 29 April 2021 bersama American Chamber of Commerce dan European Business Chamber of Commerce.

Maria Tobing menyatakan kemampuan untuk menangani pandemi COVID-19 bergantung pada banyak faktor, di antara yang terpenting adalah kepercayaan publik.

"Bangsa Indonesia perlu percaya bahwa institusi pemerintah, bisnis, media, dan LSM di Indonesia mendahulukan kepentingan masyarakat," katanya.

Baca juga: Meski pandemi, Unilever cetak keuntungan Rp1,7 triliun kuartal I 2021

Sebagai institusi dan pemimpin yang paling dipercayai, CEO perusahaan diharapkan untuk terus memainkan peran besar dalam mengambil langkah-langkah ke depan.

Sebanyak 72 persen dari orang Indonesia menyatakan bahwa CEO mereka perlu mengambil alih saat pemerintah tidak menyelesaikan permasalahan yang ada.

Sementara itu 72 persen percaya para pemimpin perusahaan seharusnya memastikan pertanggungjawaban kepada publik, dan 74 persen percaya bahwa mereka seharusnya memimpin perubahan daripada menunggu pemerintah untuk mendikte perubahan bagi mereka.

Selanjutnya, 92 persen orang Indonesia berharap CEO mereka berbicara di depan publik mengenai isu-isu sosial.

Selain itu, dengan bisnis mulai melakukan perencanaan pemulihan ekonomi, bekerja kembali di kantor terus menjadi kekhawatiran bagi 50 persen pekerja.

Maria menambahkan perusahaan perlu memahami bahwa lingkungan kerja telah berubah selamanya ketika membentuk rencana kerja di masa depan, seiring dengan surutnya pandemi.

Kepercayaan pada keempat lembaga tersebut masih pada tingkat yang baik, namun kepercayaan itu terus diuji setiap hari dan tidak boleh dianggap remeh, terutama karena pandemi COVID-19 masih jauh dari selesai," ujarnya.