Survei Sebut Mujiaman Lebih Populer dari Armuji, Ini Kata Pengamat Politik Surabaya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga survei kenamaan, Poltracking Indonesia merilis hasil survei peta kekuatan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya 2020. Terdapat hal menarik di dalam hasil survei yang dikeluarkan oleh lembaga binaan Hanta Yuda tersebut.

Di dalam rilis survei, Poltracking Indonesia mengungkapkan Calon Wakil Walikota Surabaya nomor urut 2 Mujiaman unggul secara popularitas dari pesaingnya yakni Armuji. Diketahui, Mujiaman mencatatkan 60,2 persen popularitas di tengah masyarakat Kota Surabaya dan Armuji 59,6 persen.

Sontak saja hal ini mengundang berbagai macam reaksi, tak terkecuali para pengamat politik Kota Surabaya termasuk Dr H Mujahid Ansori. Pengamat ini mengatakan masuk akal, mengingat Mujiaman merupakan mantan Dirut PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

"Sangat masuk akal kalau Mujiaman yang merupakan mantan Dirut PDAM Surabaya lebih populer ketimbang Armuji berdasarkan hasil temuan Poltracking Indonesia," ungkap Haji Ansori.

Lebih lanjut, Ketua Ikatan Alumni Uinsa Surabaya ini menjelaskan Mujiaman bukan merupakan figur baru di tengah masyarakat Kota Pahlawan. Selama menjadi Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya, Mujiaman banyak memberikan bantuan kepada masyarakat Kota Surabaya.

Seperti halnya menyediakan air bersih kepada masyarakat yang secara hukum tidak diperkenankan menikmati fasilitas air bersih dari pemerintah.

"Mujiaman memiliki pemikiran yang out of the box dan terobosan dalam membantu masyarakat. Dia menyediakan fasilitas air bersih kepada masyarakat yang tinggal di atas tanah pemerintah tanpa melanggar hukum sehingga ini menjadi daya tarik yang tinggi bagi masyarakat," ujar Haji Ansori.

Kendati telah memiliki popularitas yang cukup di masyarakat, namun hal ini kian terdongkrak saat menjadi pasangan dari Machfud Arifin di Pilwali Surabaya. Seperti analogi misalnya seorang tokoh menjadi Cawapres dari Jokowi, meskipun bukan siapa-siapa awalnya, tapi setelah itu bisa dipastikan akan terdongrak secara popularitas.

Kemudian, setelah menjadi Cawapres Jokowi, sosialisasi ke masyarakat tanpa henti dilakukan, maka dapat dipastikan popularitas di tengah masyarakat menjadi melejit naik bahkan bisa melebih artis kenamaan Indonesia.

"Figur Machfud Arifin yang sudah dikenal oleh masyarakat Surabaya juga menjadi salah satu pendongkrak popularitas Mujiaman sehingga mengungguli Armuji," kata dia.

Terakhir, Haji Ansori menjelaskan keunggulan Mujiaman juga dipengaruhi oleh perilaku pemilih yang mana ketika pemilihan kepala daerah masyarakat lebih menilai dari visi, misi, program dan figur bukan bendera partai. Oleh karenanya ia menilai hasil survei Poltrcking Indonesia yang menyatakan Mujiaman unggul dari Armuji adalah sesuai dengan keinginan masyarakat Kota Surabaya.

"Mujiaman jelas sekali figur yang membawa perubahan dan menjadi angin segar bersama Machfud Arifin bagi masyarakat. Ketika turun ke masyarakat juga menyuarakan program-program yang jelas dan dibutuhkan oleh masyarakat jadi sangat masuk akal popularitasnya bisa unggul," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: