Survei SSS: Prabowo Bakal Calon Presiden Terkuat

Jakarta (ANTARA) - Hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) menyatakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi bakal calon presiden terkuat dalam pemilihan presiden 2014 dibandingkan calon lainnya seperti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Hal ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan SSS terhadap 2192 responden di 33 provinsi mencakup 163 kabupaten dan kota pada 14-24 Mei 2012 yang dipaparkan di Jakarta, Rabu.

"Ketika ditanya siapa capres untuk mewujudkan kepemimpinan yang baik, ternyata 565 responden atau 25,8 persen dari mereka menginginkan Prabowo Subianto," kata Koordinator Survei Pemetaan Capres 2014, Muhammad Dahlan saat memaparkan hasil surveinya.

Megawati Soekarnoputri berada diurutan kedua dengan perolehan sebanyak 490 responden atau 22,4 persen. Figur lain yang juga mendapat dukungan publik adalah Jusuf Kalla sebanyak 320 responden atau 14,9 persen, Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebanyak 232 responden atau 10,6 persen, Surya Paloh sebanyak 114 responden atau 5,2 persen, Wiranto (4,5 persen).

Selain itu, Sultan Hamengku Buwono X (3,7 persen), Hatta Rajasa (2,1 persen), Sri Mulyani (2,1 persen), Hidayat Nurwahid (1,8 persen ), Ani Yudhoyono (1,8 persen), Akbar Tanjung (1,3 persen), Djoko Suyanto (1 persen), dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (0,9 persen).

Alasan responden memilih bakal capres tersebut, kata dia, karena capres itu tegas (22,1 persen), prorakyat sebanyak 14,3 persen, jujur 14,1 persen, kemampuan memimpin 13,6 persen, dan cerdas sebanyak 12,2 persen.

Menurut Muhammad Dahlan, dilihat dari sebaran dukungan terhadap figur capres berdasarkan pulau, Prabowo kuat di Pulau Jawa (28,4 persen), Sumatera (Prabowo diurutan kedua setelah Megawati sebanyak 20,9 persen), Kalimantan (20,2 persen), Sulawesi (Prabowo berada diurutan kedua setelah Jusuf Kalla, yakni 25,9 persen), Nusa Tenggara (Bali, NTT dan NTB) sebanyak 28,1 persen serta Papua (Prabowo diurutan kedua setelah Jusuf Kalla sebanyak 16,9 persen).

Megawati kuat di Sumatera dengan jumlah 23,6 persen, di Pulau Jawa sebanyak 26,1 persen (urutan kedua setelah Prabowo), Bali dan Nusa Tenggara (NTT dan NTB) sebanyak 18,2 persen (urutan kedua setelah Prabowo). Sementara Jusuf Kalla paling kuat di Sulawesi dengan jumlah 45,1 persen, Kalimantan sebanyak 16,3 persen (urutan kedua setelah Prabowo), Maluku dan Papua sebanyak 27,1 persen.

Calon wapres


Sementara untuk bakal calon wakil presiden, Jusuf Kalla dinilai sebagai calon yang cocok untuk menjabat dalam pemerintahan 2014-2019 mendatang. Jusuf Kalla dipilih oleh 410 responden atau 18,7 persen dari 2.192 responden.

"Jusuf Kalla paling banyak dipilih. Disusul Mahfud MD sebanyak 351 responden atau 16 persen," kata Dahlan.

Figur lainnya yang dipilih oleh responden adalah Dahlan Iskan dengan jumlah 303 responden (13,8 persen), Hatta Rajasa 247 responden (11,3 persen), Sultan HB X sebanyak 242 responden (11 persen), Sri Mulyani (7,3 persen), Surya Paloh (6,6 persen), Hidayat Nurwahid (3,4 persen), Suryadharma Ali (1,9 persen), Puan Maharani (1,6 persen), Pramono Edhie Wibowo (1,6 persen), Pramono Anung (0,9 persen), Soekarwo (0,6 persen), dan Rustriningsih (0,3 persen).

"Hampir sama dengan alasan memilih capres, alasan responden memilih cawapres karena cawapres yang bersangkutan di nilai jujur, yaitu sebanyak 17,9 persen," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, responden juga beralasan cawapres yang dipilih merupakan sosok yang cerdas (17,1 persen), tegas (13,3 persen), prorakyat (11,4 persen), dan kemampuan memimpin (9,5 persen).

Penarikan sampel dilakukan dengan metode stratified random sampling dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 2192 responden yang terdiri dari laki-laki sebesar 54,1 persen dan perempuan 45,9 persen. Latar belakang pendidikan responden SD (37,2 persen), SMP (19,8 persen), SMU (32,5 persen), Diploma I/II/III (4,3 persen) dan universitas (6,2 persen).

Usia responden adalah 17-27 tahun (18 persen), 23-38 tahun (27,4 persen), 39-49 tahun (33 persen) dan di atas 50 tahun (21,6 persen).(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.