Survei: Tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi capai 74,2 persen

Hasil temuan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo mencapai 74,2 persen.

"Publik puas dengan kinerja Jokowi. Tingkat kepuasan terhadap Jokowi berada di angka 74,2 persen," kata Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, publik selama ini juga merasa ekonomi Indonesia memiliki daya tahan karena peran Jokowi, di samping ada peran Menkeu Sri Mulyani dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Ketika ditanyakan siapa yang paling bertanggung jawab sekaligus berjasa atas daya tahan ekonomi Indonesia, kata dia, masyarakat menjawab Presiden Jokowi sebesar 30,4 persen.

Baca juga: Survei Voxpol: Mayoritas publik tak terpengaruh capres dukungan Jokowi

Baca juga: Survei: Publik percaya KTT G20 berdampak pada pemulihan ekonomi

Di urutan kedua ada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dengan 22,7 persen dan posisi ketiga ada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kendati demikian, kata Adjie, kepuasan terhadap Jokowi ini tidak mempengaruhi pilihan calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

"Publik juga merasa ekonomi memiliki daya tahan karena peran Jokowi. Tapi pilihan publik pada pasangan capres tak banyak dipengaruhi oleh Jokowi (di bawah dua persen)," tuturnya.

Dia pun menjelaskan mengapa dukungan Jokowi mempengaruhi elektabilitas pasangan capres hanya di bawah 2 persen, padahal publik puas dengan kinerja Jokowi.

Hal itu, kata Adjie, pilihan publik kepada calon pasangan capres nisbi otonom, tidak banyak dipengaruhi oleh endorsement (dukungan) tokoh manapun.

Baca juga: Survei: Kepuasan terhadap pemerintah stabil di atas 70 persen

"Bahkan, untuk kasus perpanjangan pemilu atau Jokowi 3 periode, walau mayoritas publik puas pada kinerja Jokowi, mayoritas publik menolak Jokowi 3 periode dan perpanjangan pemilu," ucap Adjie.

Survei yang dilakukan pada 10-19 Oktober 2022 ini menggunakan metodologi multistage random sampling.

Ada 1.200 responden yang diwawancara secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error dari survei ini ± 2,9 persen.