Survei Ungkap Masyarakat Mau Ketum PSSI Baru usai Tragedi Kanjuruhan, Siapa Terkuat?

Merdeka.com - Merdeka.com - Hasil survei Lembaga Indikator Politik Indonesia (IPI) menunjukkan 60,2 persen masyarakat setuju Mochamad Iriawan atau Iwan Bule mundur dari posisi Ketua Umum PSSI, usai tragedi Kanjuruhan yang menelan korban 135 orang.

Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi mengatakan, dalam survei ditemukan keinginan publik untuk mengevaluasi kepengurusan Iwan Bule. Selain itu, sejumlah nama yang diinginkan publik untuk menempati posisi Ketua Umum PSSI.

"Tertinggi ada nama Menteri BUMN Erick Thohir," kata Burhanuddin. Dikutip dari Antara, Senin (14/11).

Dalam hasil survei tersebut menunjukkan mayoritas publik menginginkan Menteri BUMN Erick Thohir menjadi ketua umum PSSI.

Menurut Burhanuddin, masyarakat yang menginginkan Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI mencapai 24,1 persen. Angka ini menempatkan Erick di posisi pertama.

Selain Erick, ada juga nama Najwa Shihab. Angkanya mencapai 10,3 persen. Di posisi ketiga ada Kaesang Pangarep dengan 5,7 persen.

Burhanuddin mengatakan, nama Erick, Najwa dan juga Kaesang berada di posisi tiga besar dari tingginya keinginan publik terkait reformasi kepengurusan PSSI era Iwan Bule.

Kendati demikian, Burhanuddin melanjutkan, masih ada 5,3 persen publik yang menginginkan Iwan Bule tetap berada di posisi Ketua Umum PSSI.

Menyusul kemudian nama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD 4,8 persen, Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda 3 persen, juga Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti 2 persen.

"Erick Thohir memiliki elektabilitas paling tinggi dalam bursa Ketua Umum PSSI untuk menggantikan Iwan Bule," katanya menegaskan.

Survei IPI dilakukan dalam rentang 30 Oktober sampai 5 November 2022, menempatkan 1.220 responden, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. Survei bertajuk sikap publik terhadap Tragedi Kanjuruhan dan Reformasi PSSI.

Sampel dari semua provinsi yang terdistribusi secara proporsional, dengan asumsi metode simple random sampling dengan margin of error (MoE) survei sekitar 2,9 persen.

Terpisah pengamat sepak bola, Abdul Haris berpendapat, Erick Thohir layak memimpin PSSI. Hal ini lantaran Erick memiliki pengalaman mengelola beberapa klub di luar negeri.

"Saya pikir Bapak Erick Thohir kapabel untuk pimpin PSSI. Dia punya pengalaman pegang beberapa klub luar negeri," ucapnya saat dihubungi di jakarta, Senin (14/11).

Sebagai informasi, Erick Thohir pernah mengakuisi Inter Milan, klub bola yang berlaga di Serie A Italia bahkan menjadi presidennya. Selain itu, juga pernah memiliki saham klub legendaris di Amerika Serikat (AS), DC United, selama 6 tahun.

Pendiri Mahaka Group ini tercatat memegang 25,5 persen saham Oxford United, klub bola yang bermain di League One Inggris.

Meskipun demikian, menurut Haris, ada beberapa tantangan perihal potensi Erick menjadi Ketua PSSI. Di antaranya, apakah Erick Thohir bersedia dan berpotensi terjadi perang kepentingan lantaran memiliki saham di beberapa klub Tanah Air.

Jika bersedia menahkodai PSSI, Erick Thohir disarankan mendekati dan meraih simpati para pemilih. "Iya, itu pasti, yang punya suara mereka," katanya.

Ada beberapa kelompok pemilik suara dalam Kongres maupun Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, yakni asosiasi provinsi (asprov), klub Liga 1 hingga Liga 3, asosiasi futsal, dan asosiasi sepak bola wanita.

"Menurut saya, kunci utama ada di voters. Kalau voters ingin bola Indonesia berubah, mereka akan pilih orang-orang kapabel dan lurus," pungkasnya. [cob]