Survei Uni Eropa Sebut Facebook Paling Bermasalah Dalam Urusan Hoaks

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Survei Uni Eropa menyebut Facebook sebagai platform media sosial dengan masalah terbesar dalam hal hoaks dan informasi palsu. Meski demikian platform media sosial ini juga menjadi paling yang banyak digunakan di sana.

Survei ini melibatkan tujuh organisasi masyarakat sipil Eropa. Ada 989 orang yang menjadi responden secara online, berusia rata-rata 26 tahun, dan 40 persen responden memiliki gelar sarjana atau diploma.

Dalam survei ini ada 80 persen responden yang percaya Facebook bermasalah dengan penyebaran hoaks. Jauh mengungguli dua platform media sosial lain seperti Instagram dan Twitter yang hanya 50 persen,

Sementara media lain yang disebut responden bermasalah dengan hoaks adalah televisi, surat kabar digital, Youtube, Tiktok dan blog yang semuanya berada dalam kisaran 40 hingga 50 persen.

Di sisi lain Facebook menjadi media untuk responden mencari informasi. Responden yang menggunakan Facebook mencapai 68 persen, mengungguli surat kabar digital (67 persen), televisi (61 persen), Instagram (60 persen) dan Youtube (56 persen).

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel