Survei Voxpol Center: Elektabilitas Gerindra Geser PDIP dari Puncak

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Voxpol Center merilis survei elektabilitas partai politik. Hasilnya, Partai Gerindra menggeser PDI Perjuangan (PDIP) dari posisi puncak.

"Jika pemilu legislatif diselenggarakan hari ini, menunjukkan bahwa Partai Gerindra sebesar 27,9 persen, adalah partai yang dipilih publik," ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago saat rilis survei secara daring, Sabtu (3/7/2021).

PDIP berada di posisi runner up dengan elektabilitas sebesar 23 persen. Posisi ketiga yang biasa ditempati Golkar, justru direbut oleh PKS dengan elektabilitas sebesar 9,4 persen.

Kemudian, di posisi keempat ada Partai Demokrat yang mendapatkan elektabilitas sebesar 7,8 persen. Golkar di urutan keempat dengan elektabilitas 6,8 persen. Lalu diikuti PKB 4,9 persen.

Sisanya tidak mencapai ambang batas 4 persen. Partai Nasdem berada di urutan ketujuh dengan elektabilitas 2,3 persen. Lalu secara mengejutkan ada Perindo 1,3 persen.

PPP dan PAN yang saat ini berada di parlemen hanya mengantongi elektabilitas masing-masing sebesar 1,3 persen dan 0,9 persen.

Berikutnya ada Hanura 0,8 persen, PSI 0,3 persen, PBB 0,3 persen, Garuda 0,2 persen, Partai Ummat 0,2 persen, Berkarya 0,1 persen, PKPI 0,1 persen, serta Gelora 0,1 persen.

12,5 Persen Responden Belum Tentukan Pilihan

Namun angka pemilih yang belum menentukan masih besar sekitar 12,5 persen.

"Masih tingginya Undecided Voters 12,5 persen, persentase keterpilihan masih sangat dinamis dan tiga tahun kedepan masih banyak kemungkinan perubahan peta elektabilitas partai politik di Indonesia," ujarnya.

Voxpol Center melakukan survei wawancara telepon pada 22 Juni-1 Juli 2021. Jumlah responden yang diambil sebanyak 1.200 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel