Survei Voxpol: Mahyeldi Dianggap Mampu Pimpin Sumatera Barat

Agus Rahmat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jelang Pilkada Serentak 2020 untuk gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat pada 9 Desember mendatang, sejumlah survei sudah mulai bermunculan.

Seperti yang dilakukan Voxpol Center Research and Consulting yang dilakukan pada 2-12 November 2020. Hasilnya, pemilih di Sumatera Barat memiliki rasionalitas untuk memilih calon mereka cukup tinggi yakni 46,5 persen.

Pemilih rasional biasanya menggunakan pilihannya pada prestasi calon tersebut, integritas, kapasitas, kompetensi dan akseptabilitas.

"Oleh karena itu, rekam jejak kandidat menjadi preferensi dasar pertimbangan yang sangat penting memutuskan pilihan politik," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, Minggu, 22 November 2020.

Baca juga: KPU Makassar Mulai Sortir Surat Suara

Berdasarkan hasil itu, maka menurutnya, pemilih akan memaksimalkan manfaat yang didapatkan dari proses transaksi. Sehingga rekam jejak prestasi dari calon menjadi pertimbangan yang utama bagi mereka dalam menentukan pilihannya.

"Kandidat yang berprestasi menjadi pilihan paling objektif di segmen ini. Janji politik yang sifatnya wacana dan sebatas angan-angan dan baru akan sangat tidak relevan mempengaruhi pemilih yang rasional. Pemilih lebih percaya bukti kerja nyata ketimbang janji politik," jelas Pangi.

Dari hasil survei lembaganya tersebut, muncul pasangan Mahyeldi-Audy, yang mendapatkan nilai tertinggi. Artinya, dianggap layak dan mampu memimpin Sumatera Barat.

Alasannya, kepemimpinan Mahyeldi sebagai Wali Kota Padang, dianggap cukup mumpuni. Seperti penataan objek wisata dan pasar tradisional yang dilakukan tanpa ada gesekan. Juga berbagai capaian lainnya di sektor sumber daya manusia. Selain penghargaan yang diraih.

Dalam temuan survei Voxpol Center menunjukkan bahwa pasangan Mahyeldi-Audy yang dinggap pemilih paling layak dan berkemampuan menjadi gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat dengan perolehan presentasi sebesar 61, 9 persen setuju, sebesar 17,8 tidak setuju, tidak tahu tidak jawab sebesar 20,4 persen.

Pasangan Mulyadi-Ali Mukhni sebesar 59,4 persen setuju berkemampuan dan layak, tidak setuju dan tidak layak dengan perolehan 22,1 persen. Sementara tidak tahu tidak jawab sebesar 20,3 persen.

Pasangan Nasrul Abit-Indra Catri dengan perolehan sebesar 54,1 persen setuju layak berkemampuan, 26 persen tidak setuju berkemampuan, tidak tahu tidak jawab sebesar 19,9 persen.

Sementara pasangan Fakhrizal-Genius sebesar 43,1 persen setuju, tidak setuju dan tidak layak sebesar 32,8 persen, sementara tidak tahu tidak jawab sebesar 24,3 persen.

"Dengan demikian, prestasi dan penghargaan punya korelasi linear/sejalan dengan indikator penilaian masyarakat soal konteks siapa yang paling layak dan berkemampuan menjadi Gubernur Sumatera Barat 2020-2025," lanjut Pangi.

Survei Voxpol Center menggunakan metode multistage random sampling dengan 800 responden. Margin of error sebesar kurang lebih 3,47 persen. Level of confidence sebesar 95 persen, quality control 20 persen. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. (ase)