Survey TII, Tingkat Korupsi Indonesia Memburuk

TEMPO.CO, Jakarta -Lembaga Transparency Internasional Indonesia merilis hasil survey terbarunya mengenai korupsi yang semakin marak terjadi di Indonesia pada Selasa 8 Juli 2013. Berdasarkan survey yang dilakukannya kepada 114 ribu orang di 107 negara "Banyak nilai di konteks antar negara ASEAN, dan diantara negara ASEAN tersebut Indonesia memburuk," ujar Dadang Trisasongko, Sekertaris Jenderal Transperancy internasional Indonesia kepada Tempo Rabu 10 Juli 2013.

Dalam temuan survey, kelembagaan pemerintah "Kepolisian, Parlemen, dan Peradilan Di Indonesia masih melakukan praktek korupsi tertinggi," ujar Dadang Trisasongko. Korupsi di tingkat kelembagaan pemerintah tersebut yang membuat Indonesia semakin dinilai mengalami peningkatan tingkat korupsi.

Survey yang dilakukan kepada 114 ribu orang ini disebar kepada 1000 orang Indonesia di lima kota antaranya, Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Bandung. Berdasarkan hasil survey yang dilakukannya didapat bahwa berdasarkan opini publik para responden, upaya-upaya pemerintah dalam memberantas korupsi dianggap masih kurang baik.

Transparency Internasional Indonesia melakukan survey dua tahunan yang kemudian di rilis pada Selasa 8 Juli 2013. Hasil survey tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat melihat dan menilai institusi-insitusi negaranya.

MAYA NAWANGWULAN

Topik Terhangat:

Ramadan| Bursa Capres 2014| Ribut Kabut Asap| Tarif Progresif KRL| Bencana Aceh

Baca juga:

Pemain Muslim Mengubah Liga Inggris

Menang 79-0, Klub di Nigeria Dibekukan

Ahok Lawan Preman di SMPN 289

Kronologi Pemerkosaan Wartawati

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.