Surveyor Indonesia tawarkan jasa sertifikasi bagi pelaku industri

Kelik Dewanto

BUMN bidang survei, inspeksi, dan konsultasi, PT Surveyor Indonesia bekerja sama dengan PT Bureau Veritas Indonesia meluncurkan jasa audit dan sertifikasi bagi pelaku industri dalam memulai kembali bisnisnya di era normal baru.

"Sinergi Surveyor Indonesia-BVI ini memberikan solusi bagi sektor industri terutama perusahaan publik agar siap beroperasi dengan label safeguard atau aman dan nyaman dalam situasi new normal," kata Direktur Utama Surveyor Indonesia Dian M Noer dalam webinar bertajuk "Restart your Business with SIBV and Embrace the New Normal" di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Surveyor Indonesia Peduli gelar tanggap darurat COVID-19

BVI merupakan bagian dari Bureau Veritas Grup yang berbasis di Prancis ini didirikan pada 1828, merupakan kelompok usaha berskala global yang bergerak di bidang jasa inspeksi, analisis, asesmen, sertifikasi produk, infrastruktur, dan sistem manajemen.

Dalam pelaksanaannya, Surveyor-BVI akan menyediakan jasa audit dan sertifikasi yang memungkinkan pelaku industri untuk segera memulai kembali bisnis mereka secepat mungkin dalam kondisi new normal dengan kondisi kesehatan, kebersihan, dan keamanan yang layak.

Menurut Dian, pandemi COVID-19 mengakibatkan sejumlah sektor seperti transportasi, pariwisata, jasa keuangan, infrastruktur mengalami stagnasi bisnis.

Untuk itu, diperlukan terobosan baru agar perusahaan dapat kembali bergerak dan berkontribusi di dalam perekonomian sesuai dengan pola-pola normal baru.

"Kami meyakini jasa yang kami berikan dapat membantu klien untuk fokus pada empat hal yaitu peningkatan kembali pendapatan yang hilang dalam beberapa bulan saat COVID-19 berlangsung, membangun kembali operasional, menyederhanakan organisasi dan birokrasi, serta mempercepat penggunaan dan adopsi solusi bisnis digital," ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Bureau Veritas Indonesia Didie B Tedjo Sumirat mengatakan situasi pandemi COVID-19 memaksa perusahaan harus merubah standar layanan tidak lagi hanya skala lokal tetapi juga harus bertaraf internasional.

"Dalam program ini BVI mendorong perusahaan-perusahaan dapat menerapkan praktek-praktek kebersihan dalam rangka perlindungan dan pencegahan sesuai protokol kesehatan dan rekomendasi dari WHO," katanya.

Ia menjelaskan dalam pelaksanannya, proses audit dilakukan dalam empat langkah yaitu menetapkan titik kontrol dengan menggunakan check list, menjalankan audit melalui solusi digital, pemberian label safeguard untuk membuktikan kepada konsumen dan publik bahwa bisnis yang bersangkutan telah menerapkan sistem keamanan yang layak.

Selanjutnya, penyimpanan data terpusat dari hasil audit yang dapat dihubungkan dengan sistem milik perusahaan untuk kemudahan akses dan aplikasi masing-masing.

Didie mengatakan saat ini perusahaan yang menjadi klien BV dan mendapat label safeguard di tingkat global antara lain jaringan Jumeirah Al Naseem di Dubai, Accor Hotel, yang menerapkan protokol kebersihan ketat sesuai rekomendasi WHO, dan Gran Melia Hotel & Resort Grup dengan jargon Stay Safe by Melia meliputi seluruh jaringan hotelnya di 40 negara.

Berikutnya Grup Sura, perusahaan jasa keuangan keuangan di Columbia yang menerapkan protokol kesehatan pada lebih dari 6.000 kliennya adalah SOHO (small office, home office), dan Balearia perusahaan transportasi kapal Spanyol yang menjalankan protokol pada 12 kapal feri dan dua terminal penumpang kapal laut.

Sedangkan di Indonesia, BV telah mendapat kepercayaan untuk mendapatkan label safeguard yaitu Hotel Ciputra Jakarta dan Semarang, termasuk PT Surveyor Indonesia.

Baca juga: Surveyor Indonesia mantapkan diri dalam bisnis berbasis digital
Baca juga: Surveyor Indonesia dukung peningkatan sektor energi dan infrastruktur