Surya Paloh Tegaskan Taat Konstitusi, Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyatakan, pihaknya akan taat pada konstitusi dengan menaati masa jabatan presiden dua periode. Menurut Surya Paloh, hal senada juga disampaikan Presiden Joko Widodo untuk menjalankan hanya dua periode sesuai konstitusi.

"Kita punya komitmen yang sama, Presiden Jokowi punya moralitas komitmen sama untuk hargai konstitusi," kata Paloh dalam acara HUT ke-10 tahun Nasdem, Kamis (11/11/2021).

Meski demikian, Paloh menyampaikan apabila masa jabatan presiden tidak dibatasi dua periode maka Nasdem akan kembali mendukung Jokowi sebagai capres.

"Kalau saja konstitusi kita tidak membatasi masa jabatan presiden itu hanya dua kali, saya tidak perlu menjawab pertanyaan para kader partai ini siapa calon presiden kita ke depan sesudah Jokowi, siapa?" ungkap dia.

"Karena pasti iramanya tone nya sama dari atas ke bawah, dari pimpinan sampai kader yang paling bawah, jawabannya satu ya pasti Jokowi kembali," tambah dia.

Akan tetapi, Paloh yakin Jokowi teguh pada konstitusi dan akan meninggalkan jejak pembangunan yang terbaik di akhir jabatannya.

"Seorang Jokowi dengan prestasi yang Insyaallah akan mengakhiri masa jabatannya akan menorehkan tinta emas yang bisa dikenang sepanjang masa," ucap Paloh.

Surya Paloh Ajak Jokowi Cari Calon Presiden 2024 Bersama

Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh memberi pidato saat Rakernas IV Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (15/11). Jokowi secara resmi ditetapkan menjadi calon presiden dari Partai Nasdem untuk Pilpres 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh memberi pidato saat Rakernas IV Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (15/11). Jokowi secara resmi ditetapkan menjadi calon presiden dari Partai Nasdem untuk Pilpres 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Partai Nasdem menggelar perayaan puncak ulang tahunnya yang ke-10. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) turut hadir pada perayaan tersebut.

Dalam sambutannya di hadapan Jokowi, Ketum Nasdem Surya Paloh menyinggung soal hiruk-pikuk menjelang Pemilu 2024.

"Kondisi yangg kita hadapi saat ini, sibuk simpang siur hadapi Pemilu 2024 akan datang. Tugas Nasdem ada dua hal pokok, satu bagaimana mengawal kepemimpinan Presiden Jokowi agar pemerintah efektif hingga akhir masa jabatan," kata Paloh dalam siaran daring, Kamis (11/11/2021).

Fokus kedua Nasdem, kata Paloh, adalah mencari sosok pemimpon terbaik yang akan melanjutkan pembangunan era Jokowi.

"Kedua, mempersiapkan proses kesinambungan kepemimpinan yang akan datang, kalau saja konsistutisi kita tidak membatasi masa jabatan presiden hanya dua kali," kata dia.

Paloh menyatakan siap bertukar pikiran bersama mencari sosok calon presiden bersama Jokowi.

"Kepada Presiden Jokowi kami nyatakan kesiapan kami untuk tetap apabila diperlukan, untuk duduk berbicara saling tukar pikiran mencari calon calon pemimpian bangsa terbaik dari yang terbaik. Boleh diajak, boleh kita bersama," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel