Susahnya Mengatur Perokok Bandel di Bandara

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Leonard AL Cahyoputra

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Upaya PT Angkasa Pura II menertibkan para penumpang yang merokok sembarangan di tempat menunggu pesawat (Boundery Lounge) Bandara Soekarno-Hatta, tampaknya menemui kesulitan.

Walaupun petugas Terminal Operation Service (TOS) di bawah nauangan PT AP II terus melakukan penertiban setiap hari, para perokok hanya mematikan rokok bila ada petugas datang.

Bila petugas pergi, mereka akan kembali menyalakan rokok. Itu terlihat di Terminal IB bagian Boundery Lounge, saat Wartakotalive.com (Tribun Network) ikut dalam penertiban bersama petugas TOS.

Di setiap gate yang dilewati, banyak orang yang ketahuan sedang asyik merokok sembarangan, dan langsung mematikan rokok ketika petugas datang dan menegur.

Ada yang mematikan rokok di asbak yang telah disediakan, ada juga yang sengaja membuangnya ke bawah.

Saat petugas pergi, mereka pun kembali menyalakan rokok. Salah satu penumpang bernama Edi juga melakukan hal sama.

Saat petugas datang, ia segera mematikan rokok ke dalam asbak. Baru beberapa langkah petugas itu pergi, pria berbadan gemuk kembali menyalakan rokok.

Ia tampak kaget ketika salah satu petugas TOS kembali menegurnya dan meminta Edi untuk merokok di Smoking Lounge yang telah disediakan.

"Kami tidak melarang Anda merokok, tapi silakan Anda merokok di Smoking Lounge yang telah kami sediakan," tegur petugas kepada Edi di Gate 3 Terminal IB Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (20/6/2013).

Dengan raut wajah kesal dan menggerutu, Edi pergi dari hadapan petugas, dan berjalan ke arah Smoking Lounge.

Apakah Edy mengikuti permintaan petugas TOS? Ternyata tidak. Wartakotalive.com justru mendapati Edy sedang asyik merokok di depan Smoking Lounge. Saat dihampiri, ia tampak kaget, tapi tetap melanjutkan merokok.

"Jauh tempat merokoknya dari tempat tunggu pesawat," jawab Edi saat ditanya Wartakotalive.com kenapa merokok sembarangan.

Selain itu, lanjut Edi, banyak orang yang juga merokok sembarangan.

"Yang lain juga merokok. Jadi, saya ingin merokok juga," tuturnya.

Edi berharap smoking lounge di dalam terminal diperbanyak.

"Jadi, kan saya enggak usah jauh-jauh merokok," cetusnya.

Saat Wartakotalive.com kembali mengingatkan untuk merokok di Smoking Lounge, Edy kembali menggerutu.

"Iya, iya saya merokok di sana. Mas kayak petugas tadi, bawel," keluhnya seraya mematikan rokok dan masuk ke dalam Smoking lounge di Gate 2.

Koordinator Terminal Operation Service (TOS) Slamet yang ikut dalam rombongan mengatakan, pihaknya sering mendapat keluhan dari penumpang yang tidak merokok, karena terganggu dengan asap rokok.

"Kami sering mendapat komplain dari orang-orang yang enggak merokok. Kan mereka juga ingin nyaman saat menunggu pesawat," ungkap Slamet.

Ia mengatakan, setiap melakukan penertiban, mengirim rata-rata 5 sampai 6 orang dari TOS dan security.

"Kami tidak melarang mereka merokok, tapi mengarahkan agar mereka merokok pada tempat yang telah disediakan," jelas Slamet.

Saat diberitahu banyaknya orang yang kembali merokok ketika petugas pergi, ia mengaku sudah mengetahuinya.

"Iya, saya sudah tahu itu. Saya juga kembali menegur bila melihat ada yang merokok lagi. Saat ini kami sifatnya masih imbauan saja," kata Slamet.

Sementara, Manajer Operasi Terminal 1 Andika Nuryaman menuturkan, pihaknya segera menutup semua Boundery Lounge di Terminal 1B dan 1C dengan kaca, dan diberi AC.

"Kami akan buat seperti di 1A. Semua ditutup dan diberi AC. Karena secara psikologis, bila berada di ruangan ber-AC, para perokok akan segan merokok sembarangan," urai Andika.

Selain diberi AC, smoking lounge pun akan ditambah dan diletakkan di setiap Gate.

"Di smoking lounge nanti, kami sediakan korek api elektrik. Jadi, para penumpang dilarang membawa korek api saat di dalam, dan bila ketahuan akan kami sita," beber Andika.

Ia mengungkapkan, rencana tersebut akhir tahun rampung. Terkait penertiban, Andika mengatakan pihaknya melakukan tiga kali penertiban setiap hari.

"Pagi jam 10 sampai jam 12. Lalu sore jam setengah 5 sampai jam 6. Malam jam 8 malam sampai jam 10 malam," tuturnya. (*)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.