Sushant Singh Rajput Meninggal Dunia, Ini 4 Fakta Mengejutkan Tentang Bunuh Diri yang Perlu Kamu Tahu

Fimela.com, Jakarta Kabar duka datang dari aktor Bollywood Sushant Singh Rajput yang dikabarkan bunuh diri di langit-langit apartemennya di kawasan Bandra Barat, Mumbai, India. Aktor berusia 34 tahun ini ditemukan meninggal dunia pada hari Minggu (14/6/2020). Kebenaran berita meninggalnya Sushant Singh Rajput pun sudah dikonfirmasi oleh juru bicara Kepolisian Mumbai, Pranay Ashok yang melakukan penyelidikan ke tempat kejadian, dilansir dari Hindustantimes.

Sontak saja kabar duka ini langsung membuat kaget banyak pihak karena tidak menyangka bahwa Sushant Singh Rajput telah tiada. Beberapa bintang Bollywood pun mengungkapkan rasa dukanya di media sosial atas berita kematian tersebut, seperti Shah Rukh Khan dan Katrina Kaif yang mengunggah foto Sushant Singh Rajput dan menuliskan caption kenangan saat mereka memiliki momen bersama.

Tidak hanya dari kalangan artis, bahkan duka juga dirasakan oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi. Melalui akun twitternya, Narendra Modi menuliskan bahwa ia menganggap Sushant Singh Rajput sebagai salah satu figur yang sangat menginspirasi banyak orang. Berita kematian Sushant Singh Rajput benar-benar mengejutkan dan membuat banyak fans-nya terpukul atas kejadian ini.

Sampai saat ini, penyebab kematian Sushant Singh Rajput diduga karena bunuh diri dengan cara gantung lehernya di langit-langit apartemen. Diketahui bahwa aktor yang kiprahnya sedang naik daun ini sudah mengidap depresi sejak enam bulan terakhir. Banyak pihak berspekulasi bahwa depresi yang dialaminya inilah merupakan penyebab Sushant Singh Rajput mengakhiri hidupnya sendiri.

Berangkat dari kisah kematian Sushant Singh Rajput yang diduga bunuh diri akibat depresi, kita harus menyadari bahwa kasus bunuh diri adalah hal nyata yang serius. Seringkali kita meremehkan orang-orang yang mengeluh tentang hidupnya dan mengalami gejala depresi, lalu menganggap mereka bersikap drama dan berlebihan. Justru ini adalah pemahaman yang salah karena mereka yang sudah mengalami depresi pasti sudah berusaha mengatasi masalahnya namun tetap tidak mendapat jalan keluar.

Bukannya dukungan, orang-orang yang mengalami depresi malah lebih sering dianggap sebagai pecundang bahkan gila. Merujuk dari kasus kematian aktor berbakat ini, Fimela.com akan membagikan informasi 4 fakta mengejutkan tentang bunuh diri yang perlu kamu tahu. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Depresi Menjadi Penyebab Umum Tindakan Bunuh Diri

Ilustrasi Depresi Credit: freepik.com

Fakta mengejutkan tentang bunuh diri yang pertama ialah depresi menjadi penyebab umum seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Depresi sendiri merupakan salah satu penyakit mental yang sulit dideteksi bahkan seseorang bisa tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami depresi. Banyak orang berpikir mereka sedang mengalami kecemasan biasa tanpa tahu bahwa sebenarnya gejala yang terjadi merupakan gejala depresi.

Ciri-ciri orang mengalami gejala depresi ialah menutup diri dari lingkungan, selalu murung, memiliki penyesalan yang mendalam hingga sering menangis dan merasa rendah diri karena kehilangan minat terhadap hal-hal yang dulu disukainya. Jika kamu sedang mengalami hal ini atau memiliki teman yang menunjukkan gejala depresi sebaiknya segera meminta bantuan atau pertolongan yang tepat.

Apabila tidak segera mendapat pertolongan, lambat laun tingkat depresi pada seseorang tersebut dapat mengontrol tubuh dan pikirannya hingga memutuskan untuk bunuh diri. Maka dari itu, sebagai perhatian bersama, jangan pernah mengasingkan orang yang sedang depresi justru mereka sangat membutuhkan bantuan dan dukungan dari orang-orang terdekat.

 

Bunuh Diri Bisa Disebabkan Oleh Gangguan Kepribadian

Ilustrasi Gangguan Kepribadian Credit: freepik.com

Selanjutnya fakta mengejutkan tentang bunuh diri yang perlu kamu tahu ialah bahwa bunuh diri juga bisa disebabkan oleh gangguan kepribadian. Ada banyak orang yang memiliki gangguan kepribadian, beberapa diantaranya dapat mengontrol dan kembali normal namun sebagian juga tidak dapat mengendalikan bahkan tidak tahu cara menanganinya.

Orang yang memiliki gangguan kepribadian biasanya mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan dengan banyak orang. Ia selalu merasa takut untuk menjalin hubungan dengan siapa saja. entah itu hubungan persahabatan atau hubungan percintaan. Ada pemikiran bahwa hubungan apapun yang dibangun pasti akan gagal.

Kegagalan bersosialisasi dengan lingkungan yang ia alami akhirnya membuat ia takut dibenci dan tidak bisa diterima secara sosial. Perasaan negatif ini kemudian terus tumbuh dan semakin besar hingga ia berpikir bahwa keberadaannya tidak berpengaruh bagi siapapun lalu memutuskan untuk bunuh diri.

Filosofi Kematian dengan Cara Bunuh Diri

Ilustrasi Depresi Credit: freepik.com

Fakta mengejutkan selanjutnya tentang bunuh diri ialah pemahaman atau filosofi kematian dengan cara bunuh diri yang berkembang di masyarakat. Filosofi tersebut berpendapat bahwa orang yang melakukan bunuh diri bukan karena ingin mengakhiri hidup tetapi mengakhiri rasa sakit yang dirasakan. Jadi melalui filosofi ini, bunuh diri dianggap sebagai jalan keluar terbaik untuk melepaskan rasa sakit.

Ini juga biasanya yang sering memengaruhi orang sampai sanggup mengakhiri hidupnya sendiri karena berpikir sudah tidak ada lagi jalan keluar sehingga satu-satunya yang bisa dilakukan adalah mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Biasanya orang-orang yang meyakini filosofi ini adalah mereka yang sudah sangat putus asa atau mengalami depresi akut sehingga tidak bisa berpikir jernih dan memilih untuk bunuh diri.

Bunuh Diri Dapat Dicegah dengan Cara Sederhana

Ilustrasi Pertemanan Credit: freepik.com

Keempat, fakta mengejutkan tentang bunuh diri yang perlu kam tahu ialah bahwa bunuh diri sebenarnya dapat dicegah dengan cara sederhana yakni, mendapatkan seseorang untuk menjadi pendengar yang baik. Tidak mesti dengan perawatan medis yang panjang, terkadang orang-orang yang ingin melakukan bunuh diri sangat kesepian dan ingin didengar.

Jangan biarkan mereka sendiri dan tenggelam dengan depresinya, datangi dan ajak mereka berbicara. Ini pasti tidak mudah dan juga tidak bisa berjalan dengan cepat karena jauh didalam dirinya sudah tertanam keyakinan bahwa mereka tidak dicintai oleh siapapun. Namun dengan perlahan dan dilakukan secara rutin, mereka akan mulai membuka diri dan akhirnya terhindar dari tindakan bunuh diri.