Susi ART Ferdy Sambo Cabut Keterangan di Sidang, Hakim Ingatkan Jangan Banyak Bohong

Merdeka.com - Merdeka.com - Saksi sekaligus Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Susi mencabut kesaksiannya di hadapan majelis hakim. Susi mencabut keterangannya setelah mendengar kesaksian salah satu ajudan Ferdy Sambo, Daden Miftahul Haq.

"Saudara sudah dengar ya keterangan Daden soal anak," ujar Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santosa kepada Susi di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10).

"Mohon maaf pak soal (keterangan) anak saya cabut," jawab Susi.

Dalam kesaksiannya, Susi sebelumnya sempat berkelit saat dicecar hakim mengenai anak Ferdy Sambo.

Selain mencabut keterangan soal anak, Susi juga menarik kembali kesaksiannya perihal tempat isolasi mandiri ketika Ferdy Sambo dan para ajudan terpapar Covid-19. Susi yang sebelumnya mengatakan bahwa isolasi mandiri dilakukan di kediaman Ferdy Sambo di Jalan Bangka mencabut keterangannya tersebut.

"Saudara tetap apa cabut keterangan saudara," tanya hakim Wahyu.

"Saya cabut," jawab singkat Susi.

Hakim Wahyu kembali menegaskan bahwasanya keterangan dari Susi masih perlu banyak diperiksa. Bahkan dia mengingatkan agar Susi tidak lagi memberikan keterangan bohong ke depannya.

Kesaksian Ajudan soal Anak Bungsu Ferdy Sambo

Sebelumnya, Ajudan terdakwa Ferdy Sambo, Daden Miftahul Haq mengungkapkan bahwa anak keempat dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi adalah anak hasil adopsi. Anak keempat tersebut bernama Arka yang berumur 1,5 tahun.

Majelis Hakim sebelumnya menanyakan kepada Daden perihal Putri Candrawathi apakah sempat hamil sejak tahun 2019.

"Setahu saya tidak yang Mulia," jawab Daden saat menjadi saksi di sidang Bharada Eliezer di PN Jaksel, Senin (31/10).

Hakim pun kembali bertanya ke Daden dengan menegaskan pernyataan ART Susi yang sebelumnya menyebutkan kalau Arka merupakan anak kandung dari Putri dan Sambo.

Namun Daden sempat merasa ragu untuk menjawab dengan alasan khawatir akan masa depan dari balita yang masih berumur 1,5 tahun tersebut.

"Lho, ini menyangkut kasus, bukan untuk merusak masa depan," tegas hakim.

"Siap, Yang Mulia, untuk anak Ibu PC dan Bapak yang paling kecil itu (sebut nama), itu anak adopsi, Yang Mulia. Untuk prosesnya kami tidak tahu, Yang Mulia," ungkap Daden. [gil]