Susi Pudjiastuti Kaget Dapat Hadiah dari Anies Baswedan, Apa Isinya?

Siti Ruqoyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti kaget mendapat kejutan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Tak tanggung-tanggung, hadiah yang dikirim oleh orang nomor satu di Jakarta itu hingga muat semobil. Apa yang kira-kira isinya? Berikut pengakuan Susi.

Dikutip VIVA, dari akun Twitter @susipudjiastusi, Selasa 6 April 2021, Susi mengunggah sebuah video pendek berdurasi satu menit. Dalam video itu dia mengucapkan terima kasih kepada Anies dan Istrinya.

Surprise yang luar biasa, ngobrol di Twitter, ngiri lihat Pak Anies sama Ibu di taman Anggrek Ragunan. Banyak anggrek, kita kepingin punya di rumah, aduh kalau di kirim ke Pangandaran bagus banget. Besoknya, datang bunga anggrek super-super premium. Satu tangkai nya ada 12 bunga nya. Kalau kita beli di supermarket atau toko bunga nya cuma ada 8, luar biasa. Terima kasih, Pak Anies dan ibu. Sebentar lagi saya akan taruh di pohon-pohon situ supaya bunganya lebih banyak lagi dan yang pasti hidup. Hiburan yang luar biasa, lebih sehat dan tentunya tahan dari COVID,” kata Susi dalam video tersebut.

Sebelumnya, Susi mengomentari unggahan Anies di media sosial ketika sedang bersama istrinya di taman Anggrek, Ragunan, Jakarta Selatan. Berikut pernyataan Anies ketika kunjungi taman tersebut.

Pagi ini bersama Fery sempatkan mampir ke Taman Anggrek Ragunan. Fasilitas yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan ini menyediakan 47 kavling bagi petani Anggrek dan tanaman hias lainnya untuk menjajakan hasil budidayanya.

Cuaca hujan kecil pagi ini menambah nuansa kesegaran pada deretan tanaman hias di sini. Supaya tidak basah di kepala, maka pinjam caping milik salah satu pedagang di kavling 12, akrab dipanggil pak Haji, agar bisa tetap leluasa memilih-milih tanaman.

Ketika ditanya sejak kapan menjadi petani Anggrek, ia menjawab, sejak masa krisis (1998). Krisis memang seringkali datangkan kesempatan dan jalan baru. Kebetulan pula di kavlingnya kami membeli satu Anggrek. Ia sampaikan, "Tanaman ini tahan banting, Pak. Cuaca berubah-ubah seperti apapun, Anggrek ini lebih mampu bertahan."

Di kavling 17, dengan ciri khas payung Bali di pintunya, kami bertemu dengan bu Helena asal Solo. Kavlingnya dihias cantik dengan payung warna-warni, dan kami dijamu di café kecil di dalamnya, dengan sajian kopi yang menjadi penghangat obrolan.

Bu Helena sudah enam tahun menempati Taman Anggrek Ragunan. Namun baru di masa pandemi ini menghias kavlingnya, Helena Garden, agar lebih nyaman bagi pengunjung.

Setiap kavling di Taman Anggrek Ragunan punya ciri khasnya sendiri. Tak cukup mampir hanya ke satu kavling bila ingin lihat luas ragam tanaman yang ada. Di bagian tengah komplek, terdapat pula beberapa pedagang ikan hias dan peralatan perawatannya.

Alhamdulillah, selama pandemi, penjualan para petani Anggrek di sini tetap baik. Sebagian bahkan telah berekspansi, berjualan lewat daring. Tak kalah oleh Anggrek liar dari hutan, para petani Anggrek dan tanaman hias di sini mampu menunjukkan keuletannya.

Hari Minggu besok belum ada rencana? Datang kemari, ajak keluarga melihat ragam Anggrek dan tanaman hias lain di sini, dan bila menemukan yang memikat, bawa pulang untuk beri kesegaran dan warna baru di rumah kita.