Susi Pudjiastuti Punya SIM Lagi Setelah yang Lama Mati 20 Tahun

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti baru saja mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) miliknya yang mati atau telah habis masa berlakunya selama 20 tahun. Wanita yang terkenal dengan penampilan nyentriknya ini melakukan pengurusan di Polsek Pangandaran, Jawa Barat.

Dalam unggahan di akun twitter pribadinya, @susipudjiastuti, ia melakukan pengurusan SIM karena mendapatkan info dari Kapolsek setempat, jika sudah tidak perlu melakukan pengurusan di Polres.

"Pagi ini mengurus SIM di Polsek Pangandaran. Saat selesai difoto sempat ditanya puas atau tidak dengan fotonya, ya kalau saya sih puas-puas saja kan muka sendiri," jelas Susi seperti yang dilihat dari video yang diunggahnya, Kamis (16/9/2021).

Lanjut Susi, untuk foto SIM sendiri, kan memang tidak bisa di-photoshop atau diedit. "Emang bisa diphotoshop jadi muka @xcintakiehlx (Cinta Laura)," sambungnya.

Susi Pudjiastuti sendiri, melakukan pengurusan SIM karena dalam beberapa bulan terakhir belajar nyetir lagi. Dirinya mengaku sudah tidak bisa nyetir dikarenakan SIM sudah mati.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Taat aturan

"Selamat pagi, hari ini saya mengurus SIM. Saya minta tolong diberikan pagi-pagi sekali, sebelum orang-orang datang. Sudah selesai, sudah difoto, sudah sidik jari, sudah tanda tangan," tegasnya.

Selain itu, pengurusan SIM ini karena Susi Pudjiastuti sebagai warga negara tertib lalu lintas, ikut peraturan yang ada, dan mengendarai mobil harus pakai SIM.

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel