Susun daftar pemilih sementara, KPU gunakan Sidalih

MERDEKA.COM, Komisi Pemilihan Umum menyiapkan sistem informasi pendaftaran pemilih (Sidalih) untuk membantu penyusunan daftar pemilih sementara setelah membentuk sistem informasi partai politik.

"Sistem Informasi Pendaftaran Pemilih atau Sidalih sedang disiapkan dan dalam proses pematangan," kata anggota KPU Hadar Nafis Gumay di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (20/12).

Sidalih akan dapat diakses oleh seluruh masyarakat dan diharapkan dapat membantu proses penentuan DPS yang datanya tidak sedikit untuk seluruh Indonesia.

"Dengan mengetik NIK (nomor induk kependudukan) akan ketahuan bahwa nama A sudah terdaftar, B sudah terdaftar, dan sebagainya," tambahnya.

Sidalih diklaim memiliki fitur yang secara otomatis dapat mengeliminasi kasus kegandaan 100 persen. Kegandaan 100 persen yang dimaksud adalah kesamaan data pemilih, seperti nama, tanggal lahir, dan alamat.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri telah menyerahkan data agregat kependudukan per kecamatan (DAK2) kepada KPU. Kementerian Luar Negeri juga telah menyerahkan data warga negara Indonesia pemilih yang berada di luar negeri.

Data agregat yang telah diserahkan ke KPU dari Kemendagri sebanyak 251.857.940 jiwa, sementara data WNI pemilih di luar negeri sebanyak 4.694.484 orang.

Data agregat tersebut kemudian akan dibentuk DP4, sebelum ditetapkan dalam DPS. "Proses menyusun DP4 belum kita mulai, kita punya waktu dua bulan sampai 8 Februari 2013 untuk menghasilkan DP4," tambahnya.

Setelah penyusunan DP4 tersebut, baru kemudian DPS bisa disusun. Sidalih berperan dalam masa perbaikan DPS tersebut, di mana masyarakat diminta berperan aktif untuk mengecek apakah nama mereka sudah terdaftar sebagai calon pemilih.

Setelah diverifikasi berdasarkan laporan dan informasi dari masyarakat, barulah daftar pemilih tetap (DPT) ditentukan.

Penyusunan DPS dijadwalkan pada 10 Juni hingga 9 Juli 2013, sementara penetapannya sendiri akan dilakukan pada 10 Juli 2013.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.