Sutjiati Curhat Karir Terhambat usai Pulang ke RI, Menpora Serahkan ke KONI

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Atlet senam ritmik asal Indonesia, Sutjiati Narendra terancam pupus mengikuti Sea Games 2021 di Vietnam. Padahal, ia mengaku sudah berlatih enam hari seminggu.

Bak petir di siang bolong, dua bulan sebelum kejuaraan Sutjiati dikabarkan tidak jadi berangkat. Kecewa kini dirasakan, perempuan yang sudah aktif berlatih senam selama 8 tahun itu. Padahal, dia dan pelatihnya siap merogoh kocek sendiri untuk mengharumkan nama Indonesia.

"Dua bulan sebelum kejuaraan ini, saya diberitahu bahwa saya tidak diberangkatkan, meskipun saya dan pelatih saya siap untuk membayar dari kantong kami sendiri," kata Sutjiati Narendra dalam surat terbuka. Dia telah mengizinkan merdeka.com untuk mengutipnya, Rabu (20/4).

Diminta Pulang Presiden

Kekecewaan Sutjiati kepada pemerintah bukan kali pertama. Perempuan 18 tahun yang mempunyai darah Amerika - Indonesia dari orang tuanya juga sempat terpilih jadi pasukan elite senam ritmik di Amerika.

Tetapi pada 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta untuk anak muda yang memiliki kewarganegaraan ganda di luar negeri untuk pulang dan membangun Indonesia.

Titah dari Jokowi dilaksanakan. Sutjiati balik ke kampung halaman ayahnya di Lampung. Harapannya bisa membangun Indonesia lewat jalur olahraga. Tapi sayang, justru dipersulit.

"Di Negara Indonesia tercinta ini, kita para atlet tidak memiliki kesempatan cukup bersaing di kancah internasional dan kemudian tertahan untuk dikirim ke luar negeri karena dikatakan kita belum cukup berprestasi," tulis Sutjiati.

Disuruh Cari Sponsor

Kurangnya dana dari pemerintah membuat atlet tak mendapat perhatian. Terlebih minimnya perencanaan efektif. Jadi hambatan para atlet di Indonesia.

"Karena itu kita memiliki banyak atlet di Indonesia yang telah menjadi korban dari sistem yang tidak maksimal ini," ujarnya.

Sutjiati sempat meraih prestasi saat PON XX Papua 2020. Dia berhasil menyabet dua medali emas dan satu perak. Lagi-lagi, pemerintah kembali memberikan janji bakal tampil di Olimpiade. Tapi mereka malah diminta mencari sponsor agar bisa berlaga.

"Tetapi setelah itu, momentum kegembiraan dan semangat mulai mereda dan kami tidak lagi diperhatikan sejak itu. Pelatih saya dan saya bahkan disuruh mencari sponsor untuk kami sendiri. Saya terus berlatih enam hari seminggu, pagi hingga malam, tanpa tujuan yang jelas," bebernya.

Karir Hampir Habis

Kekecewaan yang dirasakan. Tetapi dia masih berharap pemerintah memiliki rekonstruksi sistem organisasi olahraga. Jangka panjang harus jadi prioritas untuk cetak atlet sekelas internasional. Bahkan, Sutjiati menjelaskan pesaingnya di seluruh dunia bersaing minimal 15 kompetisi setiap tahun.

"Di Indonesia kami hanya memiliki satu kompetisi nasional (Kejurnas) yang bahkan kadang tidak berlangsung setiap tahun," katanya.

Kekecewaan yang dirasakan kini berbuah pesimistis. Kariernya sebagai
atlet hanya tersisa beberapa tahun. Dia juga meramalkan masa emasnya menjadi pesenam akan berakhir.

"Waktu dan titik performa tertinggi saya hampir habis. Saya seharusnya berada di puncak saya pada saat ini, bersaing sepanjang tahun dengan pesenam tingkat internasional lainnya; tetapi pada kenyataannya, saya jarang dapat kesempatan bersaing," ungkapnya.

Kata Menpora

Curahan hati Sutjiati sampai ke telinga Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali. Namun, Menpora tak mampu berbuat banyak.

Dia menjelaskan, atlet yang akan berangkat mengikuti Sea Games 2021 harus melalui review dari akademisi, hingga perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

"Semua atlet yang berangkat sudah melalui review dari Tim Review yang terdiri dari akademisi, praktisi, perwakilan KONI & perwakilan KOI dipimpin oleh Prof M. Asmawi dari Universitas Negeri Jakarta," kata Amali kepada merdeka.com, Selasa (19/4).

Kata Amali, dasar pengiriman obyektif. Serta prestasi dan peluang untuk dapat medali Sea Games sangat dipertimbangkan tim sebelum mengirim kontingen.

"Dasar pengiriman adalah obyektif berdasarkan prestasi & peluang untuk mendapatkan medali di Sea Games di Vietnam 2022," imbuhnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel