Sutomo Ajak Badri Ajarkan Rakit Bom kepada Teroris Poso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua terduga teroris yang ditangkap di di Desa Kayamaya, Poso Kota, Sulawesi Tengah, Sabtu (3/11/2012) ternyata memiliki peranan yang cukup penting. Mereka yang mendatangkan Badri cs ke Poso untuk melatih kelompok teror pimpinan satoso pandai merakit bom.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan bahwa Sutomo bin Sudarto alias Muhammad Yasin alias Yasin terduga terori yang berhasil ditangkap hidup-hidup merupakan pria kelahiran Semarang 5 Juli 1965 dan berdomisili di Poso.

"Saat ini dia masih ada di Palu, masih dalam proses pemeriksaan," ucap Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/11/2012).

Kemudian Abdul Kholid alias Kholid yang tewas saat disergap tim Densus 88 Antiteror karena mencoba melawan petugas dengan melempar bom, diketahui bekerja sebagai pegawai negeri sipil.

"Infonya berprofesi sebagai PNS di Poso. Ia tingga di Pulau Tarakan, Poso Kota. Ini yang meninggal dunia," ucapnya.

Keterlibatan-keterlibatan dari kedua orang tersebut, menurut Boy berdasarkan hasil penyidikan, keduanya ikut memfasilitasi Pelatihan teror di Poso, termasuk orang yang mengetahui rencana penembakan anggota Polri di BCA Palu.

"Kemudian memerintahkan DPO Santoso untuk melaksanakan latihan di Poso, mengajak kelompok Solo pimpinan Badri yang beberapa waktu lalu juga sudah tertangkap, untuk melatih pembuatan bom kepada kelompok Poso pimpinan Santoso. Ini berdasarkan keterangan beberapa tersangka yang sudah diperiksan," ungkapnya.

Klik:

  • IL Ditengarai Minta Fee 5 Persen
  • 7 Jam Diperiksa Penyidik, Tersangka Simulator...
  • KPK Didesak Usut Bantuan Dana Bansos di Sulse...


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.