Sutradara Banjong Pisanthanakun Ungkap Keistimewaan Film "The Medium"

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Film horor Thailand, The Medium, berhasil meraih kesuksesan pada bulan pertama perilisannya. Di balik semua peraihan tersebut, sutradara The Medium, Banjong Pisanthanakun mengungkapkan bahwa film ini berbeda dari film-film yang pernah ia produksi sebelumnya.

Sutradara Banjong mengaku The Medium adalah film pertamanya yang dibuat dengan sangat detail. “Ini adalah film pertama saya yang sangat detail. Sangat banyak detail dan framingnya sulit,” ujar Banjong dalam wawancara eksklusif secara virtual pada Rabu (10/11).

TERKAIT: Merajai Tangga Box Office Korea Selatan, Ini Fakta Menarik Film The Medium

TERKAIT: Tanggapan Angelina Jolie soal Film “Eternals” Dilarang Tayang di Arab

TERKAIT: Taylor Swift Rilis Film Pendek “All Too Well”

Film berjenis mockumentary ini memiliki gaya sinematik yang apik. Banjong membocorkan, detail pada visual menjadi kunci yang penting dalam film ini. Salah satu detailnya terlihat pada adegan ritual menari di depan patung.

“Na Hong Jin berpesan agar adegan tersebut dibuat sedetail mungkin,” ujar Banjong. “Semua yang dilihat dalam adegan tersebut semuanya baru. Mulai dari koreografi, hingga lagu-lagu ritual semuanya dibuat bekerja sama dengan masyarakat setempat,” lanjut sutradara The Medium itu.

Kerjasama Dua Sutradara

Sutradara Banjong Pisanthanakun. (Foto: Istimewa)
Sutradara Banjong Pisanthanakun. (Foto: Istimewa)

“The Medium” lahir atas kerja sama Sutradara Banjong dengan Na Hong Jin, sutradara asal Korea Selatan. Menurut Banjong, ketika ia mengajukan ide cerita film ini ke Na Hong Jin dan akhirnya diterima, ia merasa sangat senang.

“Ketika ide cerita film ini diterima oleh Na Hong Jin saja saya sudah senang, karena bekerja sama dengan beliau tidak mudah. Na Hong Jin terkenal punya standar yang tinggi,” ujar sutradara 42 tahun tersebut.

Memiliki Banyak Perpaduan

The Medium. (CBI Pictures via Twitter/ CGV_ID)
The Medium. (CBI Pictures via Twitter/ CGV_ID)

Terdapat beberapa perpaduan dalam film The Medium. Salah satunya adalah ketika sutradara Na Hong Jin mau bekerja sama dengan film Thailand. Selain itu, perpaduan film horor dengan footage yang sinematik juga sesuatu yang baru.

“Tidak banyak film horor Asia yang menggunakan footage sinematik,” ujar sutradara yang juga menjadi sosok di balik film horor Shutter dan Pee Mak ini.

The Medium berhasil merajai tangga Box Office Korea Selatan, mengalahkan Black Widow, hingga memenangkan Festival Film Fantastis Internasional Bucheon ke-25. Di Indonesia sendiri, film ini telah disaksikan oleh lebih dari 520 ribu penonton dan menjadikannya film Thailand terlaris di Indonesia.

Penulis: Nathania Marisa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel