Sutradara Kamila Andini jadi tamu diskusi di Festival Film Tokyo

·Bacaan 2 menit

Sutradara Kamila Andini akan menjadi salah satu bintang tamu diskusi daring Asia Lounge yang diadakan The Japan Foundation Asia Center & Tokyo International Film Festival (TIFF) atau Festival Film Internasional Tokyo, pada 3 November 2021.

Dikutip dari siaran resmi TIFF, Kamis, Kamila Andini, yang filmnya "Yuni" meraih penghargaan Platform Prize dari Festival Film Toronto dan mewakili Indonesia di seleksi Oscar 2022, akan berdiskusi bersama dengan sutradara dan penulis skenario Jepang Sode Yukiko yang telah membuat film "Mime-Mime" dan "Good Stripes".

Seri percakapan "Asia Lounge" adalah inisiatif baru yang diusulkan sutradara Hirokazu Kore-eda, menampilan percakapan daring antara sutradara film terkemuka Asia dan rekan-rekan dari Jepang dengan topik beragam. Awalnya percakapan ini dirancang jadi tempat para pembuat film dunia menikmati percakapan, tapi pandemi COVID-19 membuatnya digelar secara daring.

Baca juga: "YUNI" tayang di TIFF 2021 pada 13 September

Tahun ini, Kamila Andini dan aktris Isabelle Huppert menjadi bintang tamu yang bisa bergabung langsung di Tokyo, Jepang dalam perbincangan Asia Lounge.

Selain Kamila Andini, akan ada diskusi bersama Isabelle Huppert dan sutradara Hamaguchi Ryusuke, aktor Taipei Chang Chen dan sutradara Kore-eda Hirokazu, sesi "Sharing Cinema Internationally" bersama sutradara Harumoto Yujiro dari Jepang, jurnalis film Xu Haochen yang juga programmer Festival Film Internasional Shanghai serta Takata Shiori dari TOEI Company, diskusi antara sutradara Bahman Ghobadi dari Iran dan aktris Hashimoto Ai.

Asia Lounge juga menghadirkan diskusi antara sutradara Brillante Ma Mendoza dengan aktor Nagase Masatoshi, sutradara Apichatpong Weerasethakul dari Thailand dan aktor Nishijima Hidetoshi serta sutradara "Parasite" Bong Joon Ho dari Korea dan sutradara animasi Hosoda Mamoru.

Baca juga: Karya baru Kamila Andini dan Riri Riza di Festival Film Jepang 2019

Tahun lalu, Asia Lounge menghadirkan sutradara Indonesia Mouly Surya yang membuat film "Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak", peraih predikat Film Cerita Panjang Terbaik di Festival Film Indonesia 2018.

Mouly berbincang dengan sutradara Yang Yonghi, generasi kedua penduduk Jepang beretnis Korea, dan membahas tentang memberikan perspektif baru dari sudut pandang kaum Hawa lewat kehadiran lebih banyak sutradara perempuan, sehingga perempuan dalam film tak melulu terjebak dalam stereotipe karakter lemah yang butuh penyelamat.

Baca juga: "YUNI" akan tayang terbatas di bioskop mulai besok

Baca juga: "YUNI" raih Platform Prize di Festival Film Internasional Toronto 2021

Baca juga: Kamila Andini kembali dengan film panjang "YUNI"

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel