Sutradara Penyalin Cahaya Sempat Minta Maaf ke Hannah Al Rashid

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Isu dugaan pelecehan seksual yang melanda salah seorang kru film Penyalin Cahaya membuat Hannah Al Rashid buka suara. Pasalnya, ia menjadi salah satu pihak yang berbagi pegalaman pahitnya untuk kepentingan skenario film peraih Piala Citra tersebut.

Dalam sebuah rangkaian tulisan melalui utas di Twitter, Hannah Al Rashid menyampaikan kegundahannya terkait isu yang menimpa kru Penyalin Cahaya. Hannah juga bercerita soal permintaan maaf dari sang sutradara, Wregas Bhanuteja.

Dalam utasnya, Hannah Al Rashid mengapresiasi niat baik Wregas Bhanuteja yang sempat menghubunginya untuk meminta maaf kepadanya setelah mencuatnya kasus ini.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Credit title terbaru film Penyalin Cahaya, yang tampak pada Selasa (11/1/2022). (Foto: Dok. Netflix).
Credit title terbaru film Penyalin Cahaya, yang tampak pada Selasa (11/1/2022). (Foto: Dok. Netflix).

Menerima Permintaan Maaf

Hannah Al Rashid. (dok. Twitter @HannahAlrashid)
Hannah Al Rashid. (dok. Twitter @HannahAlrashid)

"Aku menghargai upaya Wregas untuk mengoreksi kesalahan. Sebagai seseorang yang telah berbicara banyak dengannya minggu lalu, aku menerima permintaan maafnya kepadaku secara pribadi," tulisnya.

Meminta Pertanggungjawaban

Film Penyalin Cahaya (Foto: Instagram/@poster_filmindonesia)
Film Penyalin Cahaya (Foto: Instagram/@poster_filmindonesia)

Lebih lanjut, Hannah secara terang-terangan akan meminta pertanggungjawaban atas isu yang sempat membuatnya kaget campur sedih ini.

"Aku menghargai usahanya dalam melakukan yang lebih baik, dalam berkembang, dan aku akan melakukan bagianku dalam meminta pertanggungjawaban atas tindakannya di masa depan," sambung Hannah.

Beharap Lebih Baik

Pada pengujung utasnya yang berjumlah belasan kicauan, Hannah menyampaikan harapannya terhadap industri film Indonesia di masa depan agar bisa berubah menjadi lebih baik dan positif.

"Aku mungkin tidak akan berkomentar lebih jauh tentang kejadian ini. Jujur, aku lelah, sangat lelah. Tapi aku juga berharap untuk perubahan positif dalam industri kami, dan secara umum. Solidaritas selalu," tulisnya.

Sikap Rumah Produksi

Sebelumnya, Rekata Studio dan Kaninga Pictures selaku rumah produksi, merilis pernyataan sikap di media sosial dengan menghapus nama seorang kru yang dilaporkan terkait dugaan pelecehan seksual.

Mengecek daftar credit title Penyalin Cahaya yang akan dirilis di Netfix, tak ada nama Henricus Pria Setiawan di deretan prosisi penulis skenario. Hingga kabar ini diungkap, masih belum diumumkan secara gamblang siapa kru yang diduga pelaku pelecehan seksual pada masa lalu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel