Survei: 30 Persen PNS Tidak Bekerja Selama WFH, Salah Satunya Akibat Gaptek

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana menyebut bahwa sekitar 30 persen aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) tidak melakukan pekerjaannya selama pemberlakuan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Hal itu didapatinya dari hasil survei yang dilakukan Google kepada PNS dengan sistem 100 persen WFH pada tiga bulan pertama pandemi Covid-19.

Bima merinci, sebanyak 30 persen PNS mengaku bekerja lebih berat selama WFH. Sedangkan, 40 persen lainnya mengatakan beban kerja sama, dan 30 persen memilih untuk tidak menjawab.

"Jadi, dari data itu saja kita tahu, 30 persen ASN nggak ngapa-ngapain," ujarnya dalam Rakornas Kepegawaian 2022 secara virtual, dikutip Minggu (24/7).

Bhima menerangkan, turunnya produktivitas PNS selama sistem kerja WFH 100 persen tersebut disebabkan oleh minimnya keterampilan dalam penggunaan teknologi digital.

Hal ini diperparah dengan keengganan para PNS untuk meningkatkan keterampilan digital dengan alasan faktor usia.

Tak Punya Keterampilan Digital

"Ada yang mengatakan, kami tidak mampu untuk mempelajari (keterampilan) digital, kami sudah tua. Itu mungkin bukan tidak mampu, tapi tidak mau belajar," bebernya.

Oleh karena itu, Bhima mendorong para PNS di Indonesia agar dapat meningkatkan keterampilan digital untuk mendukung pekerjaan. Sehingga, bisa beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan informasi.

"Ini trend of logic yang harus kita perhatikan. Karena arahnya akan ke sana," tutupnya. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel