Suzuki Carry, Legenda Indonesia yang Mendunia

Yunisa Herawati
·Bacaan 3 menit

VIVA – Tanpa disadari, Suzuki Carry memiliki peran dalam hidup yang kita jalani saat ini. Mobil tersebut hadir untuk mengantar ke sekolah, menyediakan sembako yang dibutuhkan oleh setiap rumah, hingga membangun tempat tinggal.

Berawal dari model ST20 untuk mengangkut hasil panen cengkih di Sulawesi Utara, kini Carry menjelma sebagai alat transportasi multi fungsi yang jadi andalan para pengusaha di Indonesia. Bahkan, model ini juga bisa dikonversi menjadi ambulans, serta pada zaman dahulu jadi andalan di ajang lomba balap slalom.

Nama besar Suzuki yang identik dengan produsen kendaraan irit serta awet, diwakilkan oleh Carry dengan sempurna selama lebih dari 40 tahun. Konsep I.L.M.U, yakni Irit bensin dan perawatan, Lama umur pakainya, Muatannya lebih banyak, serta Untung di ujung sampai saat ini masih melekat pada pikap tersebut.

Gelar sebagai Rajanya Pick Up diberikan bukan hanya karena kemampuannya saja, namun juga populasinya yang sangat banyak hingga penjuru negeri. Bahkan, Suzuki Carry Club Indonesia saat pertama berdiri pada 2019 lalu menjadi komunitas mobil dengan anggota terbanyak, yakni 70 ribu orang.

Awal tahun ini, PT Suzuki Indomobil Sales menghadirkan versi terbarunya. Ini adalah ubahan minor dari model New Carry yang meluncur di 2019. Kini mobil tersebut semakin gagah dengan bumper model hatched axe, serta aman sesuai regulasi karena dibekali alat pemadam api ringan atau APAR.

Pada tahun lalu, New Carry menjadi sorotan banyak orang karena berhasil menjadi mobil pikap paling laris di Indonesia. Jumlahnya bahkan mengalahkan beberapa mobil penumpang ternama, yang selama ini mengisi posisi tiga besar.

“Selama Januari-Oktober 2020, total penjualan retail New Carry Pick Up mencapai 31.175 unit dan berkontribusi hingga 60,4 persen untuk segmen kendaraan niaga ringan. Kepercayaan pelanggan telah menjadikan Rajanya Pick Up ini sebagai pilar segmen kendaraan niaga ringan di Indonesia,” ujar 4W Marketing Director SIS, Donny Saputra.

Dijual dengan harga mulai dari Rp152 jutaan, New Carry bisa memberikan keuntungan lebih bagi pemiliknya. Sebab, ada promo berupa servis gratis hingga jarak 50 ribu kilometer, termasuk pelumas dan jasa. Selain itu, biaya perawatan berkalanya sampai 100 ribu kilometer juga sangat murah.

“Dibandingkan dengan kompetitor, biaya servis berkala New Carry lebih murah 37 persen. Bahkan, jika dihitung sampai 100 ribu kilometer, biayanya itu di sekitar Rp6 jutaan saja,” tutur Service Assistant Department Head SIS, Hariyadi.

Kisah legendaris Suzuki Carry dalam membangun negeri tidak sekadar menjadi kendaraan penopang sektor usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM saja. Kendaraan ini termasuk salah satu produk yang menyumbang devisa bagi negara.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, dikutip VIVA Otomotif Sabtu 30 Januari 2021, New Carry dikirim dalam kondisi utuh atau completely built up ke puluhan negara dengan jumlah ribuan unit per tahun.

Wilayah yang menjadi negara tujuan tersebar di berbagai benua, misalnya di Asia ada Brunei, Kamboja, Myanmar, Filipina, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Unit juga dikapalkan ke negara Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, serta beberapa wilayah di Amerika Selatan, seperti Bolivia, Curacao, dan El Savador.

All New Carry buatan Indonesia juga ada di beberapa negara di Amerika Tengah, yakni Guatemala dan Honduras. Sedangkan untuk wilayah Kepulauan Karibia, Suzuki Indonesia mengirim unit ke Jamaika, St Kitts dan Tortola.

“Suzuki tengah memfokuskan diri pada produk-produk lokal, baik untuk pasar domestik maupun pasar mancanegara, seperti di kawasan Asia Tenggara, Amerika Latin, hingga Oseania. Upaya ini diharapkan mampu mendorong pemulihan berbagai industri pendukung, sehingga dapat membantu pemerintah dalam memulihkan perekonomian saat ini,” ungkap Assistant Department Head Production Planning Control PT Suzuki Indomobil Motor, Aris Yuliantoro.