Suzuki Suntik Mati Karimun Wagon R Demi Model Elektrifikasi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Demi model elektrifikasi, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyuntik mati Karimun Wagon R untuk pasar domestik. Meski demikian, produksi model ini tetap berjalan untuk memenuhi permintaan dari luar negeri.

Karimun Wagon R sendiri merupakan kendaraan yang diproduksi secara lokal oleh PT SIS dan mengisi segmen city car Low Cost Green Car (LCGC). Selain dipasarkan di Indonesia, Suzuki juga mengekspor Karimun Wagon R ke beberapa negara lain di Asia Timur.

Diberhentikannya penjualan Suzuki Karimun Wagon R di Indonesia disebabkan oleh rencana pabrikan yang akan mempersiapkan era elektrifikasi di Indonesia. Memang hingga saat ini PT SIS belum merilis model kendaraan yang bertenaga listrik murni maupun hybrid di Indonesia.

Meski sudah mengumumkan akan menghentikan penjualan Karimun Wagon R di Indonesia namun pihak PT SIS belum mengumumkan model penggantinya.

Saat ini pihak SIS masih mempersiapkan beberapa hal yang dibutuhkan untuk menghadirkan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Dalam keterangan resminya, Suzuki mengatakan dalam rangka mendukung program percepatan pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030, Suzuki Indonesia berkomitmen untuk mendukung program tersebut dengan memfokuskan diri pada pengembangan kendaraan elektrifikasi.

Shodiq Wicaksono, Managing Director Suzuki Indonesia, mengatakan Suzuki akan fokus pada kendaraan elektrifikasi yang terjangkau bagi konsumen.

"Kami sedang bersiap untuk mengenalkan kendaraan elektrifikasi kepada masyarakat. Namun, kami juga harus jeli melihat daya beli masyarakat Indonesia secara umum saat ini. Untuk itu, dengan berbagai pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak, Suzuki akan masuk ke era elektrifikasi melalui teknologi hybrid,” katanya.

Pengembangan teknologi hybrid yang Suzuki lakukan adalah langkah awal Perusahaan dalam mengenalkan teknologi elektrifikasi yang sejalan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini. Ke depannya, Suzuki akan terus berinovasi mengembangkan kendaraan elektrifikasi lainnya secara bertahap.

"Dengan berat hati kami harus menghentikan produksi Karimun Wagon R untuk pasar dalam negeri. Namun, kami akan menghadirkan kendaraan elektrifikasi untuk konsumen setia Suzuki dalam waktu yang tidak lama lagi," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Permintaan Ekspor Masih Tinggi

Selain itu meski dihentikan di pasar lokal, permintaan Suzuki Karimun Wagon R di beberapa negara di Asia Timur masih tinggi. Salah satu negara yang memiliki permintaan Karimun Wagon R tertinggi ialah Pakistan.

Menurut catatan Suzuki Indonesia, pencapaian ekspor selama Januari – Agustus 2021 dipimpin oleh Karimun Wagon R dengan angka 12.500 unit dan disusul oleh model lain seperti XL7 dan Suzuki Ertiga dan Carry.

Karimun Wagon R sendiri dibekali dengan mesin konvensional 3 silinder berkapasitas 1.0- liter yang dikawinkan dengan dua pilihan transmisi manual 5-percepatan dan otomatis AGS 5-percepatan.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimal 62 ps dan torsi puncak yang mencapai 90 Nm.

Di Indonesia sendiri Suzuki Karimun Wagon R dijual dengan beberapa pilihan warna yakni Graphite Grey, Silky Silver, Burgundy Red, Cool Black, Pearl White, dan Radiant Red.

Terkait harga, pilihannya yakni BLIND VAN Rp 134,5 juta; GL M/T Rp 137,7 juta; GL AGS Rp 147 juta; GS M/T Rp 146,3 juta; serta GS AGS Rp 155,2 juta on the road Jakarta.

Meski telah berhenti menjual model Karimun Wagon R namun PT SIS masih menyediakan beberapa model terbaru seperti All New Ertiga Suzuki Sport, All New Suzuki XL7 dan Suzuki Carry.

Sementara itu pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2021 PT SIS meluncurkan varian terbaru yakni All New Ertiga Suzuki Sport FF yang memiliki tampilan lebih sporty dibandingkan model pendahulunya.

Sumber: Oto.com

Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan Covid-19

Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 8 Tips Liburan Akhir Tahun Minim Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel